30 Guru OKU Diganjar Penghargaan, Dua Harumkan Nama OKU

OKU, PENDIDIKAN117 Dilihat

Lintasharian.com – Sebanyak 30 guru di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendapat apresiasi istimewa dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan. Penghargaan itu diserahkan langsung di Gedung Kesenian Baturaja, Jumat (7/11/2025), sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan inovasi para pendidik dalam memajukan dunia pendidikan.

Dalam acara yang berlangsung meriah itu, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd. diwakili Asisten I Setda OKU Indra Susanto, M.AP., bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., serta Kepala BGTK Sumsel, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., Kabid Pembinaan Ketenagaan Taufiq Hidayat S.Kom MM., Kasi PTK SMP Dr. Suci Cahyati, S.Pd., M.Or.

Kadisdik OKU Kadarisman menjelaskan, ajang Apresiasi GTK merupakan agenda tahunan yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Melalui ajang ini, guru-guru berprestasi diberikan ruang untuk menampilkan karya dan inovasinya di bidang pendidikan.

“Tahun ini ada 255 peserta yang ikut seleksi. Setelah melalui proses panjang, terpilih 30 guru terinovatif dan 18 di antaranya lolos mewakili OKU ke tingkat provinsi,” ujar Kadarisman.

Ia menambahkan, dua guru asal OKU bahkan sukses mengharumkan nama daerah di tingkat Sumsel. Mereka adalah Devy Destiani dari SMP Negeri 2 OKU yang menyabet Juara 1 Guru Terinovatif, serta Yeti Julita dari SMP Negeri 4 OKU yang meraih Juara 3.

“Prestasi ini membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.

Kepala BGTK Sumsel, Dra. Ohorella Erma, turut memberikan apresiasi kepada Disdik OKU atas sinergi dan dukungan yang kuat terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Kerjasama yang baik ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah bisa mendorong semangat guru untuk terus berkembang,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten I Setda OKU, Indra Susanto, yang mewakili Bupati OKU, menyampaikan pesan agar para guru tidak berhenti berinovasi di tengah pesatnya arus digitalisasi.

“Era digital menuntut guru untuk kreatif memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Dengan begitu, siswa bisa lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih menarik,” pesannya.

Kegiatan Apresiasi GTK ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025. Selain memberikan penghargaan, acara ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat para pendidik untuk terus berkontribusi membangun pendidikan yang berkualitas di Bumi Sebimbing Sekundang.(jpn)