Lintasharian.com, Baturaja — Suasana berbeda terlihat di halaman SMPN 10 OKU, Jumat (8/5). Ratusan siswa berdiri bersama sambil mengucapkan komitmen menolak segala bentuk perundungan dalam kegiatan Deklarasi Anti-Bullying yang digelar sekolah tersebut.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 380 siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan itu menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Kepala SMPN 10 OKU, Ismi Zakiya, M.Pd., mengatakan kasus perundungan tidak boleh dianggap hal biasa karena dapat berdampak besar terhadap kondisi mental maupun perkembangan siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman dan dihargai. Tidak boleh ada rasa takut saat belajar maupun bergaul. Karena itu, deklarasi ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mencegah bullying,” ujarnya dalam sambutan.
Tak sekadar seremoni, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai bentuk edukasi kreatif yang melibatkan siswa secara langsung. Sebelumnya, pihak sekolah telah mengadakan lomba pidato bertema anti-bullying serta lomba menulis narasi pengalaman tentang perundungan.
Pemenang lomba diumumkan dalam kegiatan tersebut dan mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Salah satu momen yang menarik perhatian yakni penampilan juara pertama lomba pidato yang menyampaikan pesan tentang pentingnya empati dan keberanian melawan tindakan perundungan.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pembacaan deklarasi anti-bullying secara bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk komitmen anti-kekerasan oleh kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa sebagai simbol kebersamaan dalam menciptakan sekolah yang ramah anak.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan drama edukatif dari pengurus OSIS SMPN 10 OKU. Melalui pertunjukan tersebut, siswa diajak memahami dampak bullying sekaligus pentingnya keberanian saksi atau teman sekitar untuk membantu korban dan melaporkan tindakan perundungan.
Melalui kegiatan ini, SMPN 10 OKU berharap kesadaran siswa terhadap bahaya bullying semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih positif, harmonis, dan mendukung perkembangan karakter maupun prestasi peserta didik. (jpn)
