Tak Berseragam Tempur, Guru Muda OKU Ini Jadi Pahlawan Lewat Spidol dan Koding

PENDIDIKAN, Profil104 Dilihat

Lintasharian.com – Di tengah peringatan Hari Pahlawan, semangat Devy Destiani, S.Pd.Gr., guru muda asal Ogan Komering Ulu (OKU), seolah menjadi pengingat bahwa pahlawan masa kini tak harus berjuang di medan perang. Mereka juga bisa berdiri di depan papan tulis, menggenggam spidol, dan menyalakan semangat belajar di hati anak bangsa.

Pada Jumat (7/11/2025), Devy menerima penghargaan bergengsi sebagai Juara 1 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2025, dalam acara yang digelar di Gedung Kesenian Baturaja. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa dedikasi dan inovasi seorang guru dari daerah pun mampu menembus panggung provinsi.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu. Gelar ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga apresiasi untuk kepala sekolah Pak Sapto Surono, seluruh rekan guru, dan murid-murid di SMP Negeri 2 OKU. Kami berproses bersama. Melalui ajang ini, saya ingin menunjukkan bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sekolah sederhana di daerah,” ujar Devy dengan mata berkaca-kaca.

Mengajar Informatika dan IPA, Devy dikenal sebagai guru yang kreatif dan dekat dengan murid. Ia menciptakan sebuah inovasi pembelajaran bernama KONDANG (Koding dengan Nilai Kearifan Sebimbing Sekundang) — pendekatan unik yang memadukan teknologi dengan budaya lokal OKU seperti gotong royong dan kebersamaan.

“Anak-anak belajar koding tidak hanya di depan komputer. Kami buat mereka berlogika lewat permainan dan kegiatan nyata, seperti Maze Goa Putri. Mereka belajar algoritma sambil memahami nilai budaya dan empati,” jelasnya.

Bagi Devy, teknologi dan budaya bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi yang bisa saling memperkaya.
“Saya ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa berpadu indah dengan budaya, asalkan pembelajarannya berpihak pada nilai dan karakter,” katanya.

Namun, perjalanan menuju panggung penghargaan itu tak selalu mulus. Devy harus membagi waktu antara mengajar, membuat video inovasi, hingga mendampingi siswa di berbagai kegiatan.

“Tantangan terbesar bukan pada alat atau teknologi, tapi bagaimana menyampaikan ide sederhana agar berdampak. Saya belajar bahwa transformasi bukan sekadar proyek lomba, tapi komitmen jangka panjang untuk murid,” ujarnya.

Devy Destiani saat mendampingi salah satu siswanya dalam pembelajaran Informatika di SMP Negeri 2 OKU.

Di balik sosok tangguh itu, ada dukungan besar dari keluarga. Bersama sang suami, Ranoldo, S.IP., M.Si., Devy belajar menyeimbangkan peran sebagai guru, istri, dan ibu.

“Tugas saya di rumah dan di sekolah sama pentingnya. Semua jadi sumber belajar yang saling melengkapi,” tuturnya.

Kini, usai sukses di tingkat provinsi, Devy bersiap melangkah ke GTK Transformatif tingkat nasional. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mengejar gelar.

“Harapan saya sederhana: semoga saya bisa membawa semangat guru-guru daerah untuk berani berinovasi. Pendidikan transformatif harus membumi—berakar pada budaya, tapi menatap masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Lulusan Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya ini juga berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui beasiswa, agar bisa berbagi praktik baik ke lebih banyak guru di Indonesia.

Bagi Devy, setiap guru sejatinya adalah pahlawan di zamannya. “Menjadi guru transformatif bukan soal teknologi canggih, tapi soal bagaimana kita memanusiakan pembelajaran,” katanya tegas.

Ia pun menitip pesan untuk rekan sejawatnya. “Inovasi tidak harus besar. Kadang cukup dengan mengubah cara pandang terhadap murid. Perubahan besar sering dimulai dari ruang kelas kecil,” ujarnya sambil tersenyum.

Dan untuk murid-muridnya, Devy berpesan singkat namun bermakna. “Teknologi boleh berubah cepat, tapi semangat belajar dan nilai kemanusiaan jangan pernah padam.”

Di tengah derasnya arus digital, kisah Devy Destiani menjadi bukti bahwa pahlawan masa kini bisa lahir dari ruang kelas — lewat dedikasi, cinta, dan semangat untuk menginspirasi.

📘 Profil Singkat Devy Destiani
Nama Lengkap: Devy Destiani, S.Pd.Gr.
Nama Panggilan: Devy
Tempat, Tanggal Lahir: Baturaja, 15 Desember 1995
Tempat Mengajar: SMP Negeri 2 Ogan Komering Ulu
Mata Pelajaran: Informatika dan IPA
Nama Suami: Ranoldo, S.IP., M.Si.
Anak: Radeva Arfaaz Haufanza
Hobi: Bermain dan belajar bersama anak
Pendidikan: S1 Pendidikan Fisika – Universitas Sriwijaya

(jpn)