Pesan Tegas Kadisdik OKU: UKKJ Jadi Penentu Kenaikan Jabatan Guru

OKU, PENDIDIKAN52 Dilihat

Lintasharian.com – Komitmen meningkatkan profesionalitas kepala sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali ditegaskan Dinas Pendidikan setempat melalui Sosialisasi Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional Guru. Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Grand Kemuning Baturaja pada Selasa (18/11/2025) ini diikuti 103 kepala sekolah SD Negeri sebagai peserta tahap pertama.

Acara berlangsung dengan dukungan penuh jajaran pimpinan Disdik OKU, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Subri S.Pd., M.Si., M.Pd., Kabid Pembinaan SMP Agus Stiawan SE., MM., serta Kasi PTK SD Sahri S.E., M.Pd., yang turut hadir memberikan penguatan kepada peserta.

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman S.Ag., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa UKKJ adalah instrumen penting untuk mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sebelum guru dapat naik ke jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi.

“UKKJ bukan formalitas. Ini menjadi dasar kelayakan seorang guru untuk naik jenjang. Karena itu saya minta seluruh peserta mengikuti sosialisasi ini dengan serius,” tegasnya. Kadarisman juga meminta Ketua K3S di tiap kecamatan agar mengimbaskan materi ini melalui pertemuan rutin.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan, Taufiq Hidayat S.Kom., MM., menjelaskan bahwa pelaksanaan UKKJ merupakan kewajiban nasional dan menjadi bagian dari persyaratan utama kenaikan jabatan fungsional. Sosialisasi ini mengacu pada DPA Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tahun Anggaran 2025.

Ia memaparkan sejumlah tujuan kegiatan, mulai dari meningkatkan pemahaman peserta terkait alur, persyaratan, dan timeline UKKJ; menyamakan persepsi antara dinas dan guru; hingga memastikan kompetensi kepala sekolah terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Pada tahap pertama ini, 103 kepala sekolah telah mengikuti sosialisasi dari total 187 kepala sekolah SD Negeri di OKU. “Peserta yang belum mengikuti pada gelombang ini akan dijadwalkan pada sosialisasi selanjutnya,” ujar Taufiq.(jpn)