Lintasharian.com – SMPN 1 OKU mulai melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil berbasis android sebagai bentuk evaluasi pembelajaran siswa selama satu semester. Pelaksanaan ASAS ini mengikuti kebijakan asesmen modern yang diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten OKU, sekaligus mengacu pada model Asesmen Kompetensi Nasional (AKM) dengan lima jenis soal, yakni pilihan ganda, menjodohkan, benar–salah, isian singkat, dan uraian sehingga menuntut siswa berpikir lebih kritis.
Plt Kepala SMPN 1 OKU, Herma Yulia, S.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan ASAS diikuti sebanyak 1.096 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX yang mengerjakan soal melalui perangkat android. Soal ASAS ini disusun oleh guru mata pelajaran melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
“Asesmen ini bukan sekadar rutinitas, tetapi instrumen penting untuk memotret kemampuan siswa secara nyata. Kami ingin memastikan bahwa hasil pembelajaran selama satu semester benar-benar terukur, bukan hanya angka di rapor,” ujarnya.
Sementara itu, ketua panitia ASAS, Rina Lasmi, S.IP, menjelaskan bahwa pelaksanaan ASAS berlangsung selama lima hari mulai 26 November hingga 2 Desember dengan sepuluh mata pelajaran yang diujikan, dua mata pelajaran setiap harinya. Ia menyebutkan bahwa kegiatan tetap dilaksanakan secara tatap muka terbatas dengan maksimal 16 siswa per ruang, serta menerapkan aplikasi Exambro untuk mencegah kecurangan dalam pengerjaan soal.
“Siswa harus mengunduh aplikasi Exambro dan login dengan data masing-masing. Sistem ini mengunci layar, sehingga ketika ada upaya membuka tab lain atau aplikasi lain, perangkat akan berbunyi alarm otomatis. Selain itu, soal yang diterima siswa pun tidak sama,” jelasnya.
Rina menambahkan bahwa sejumlah kendala teknis yang muncul dapat teratasi dengan baik, salah satunya saat beberapa siswa mengalami gangguan pada perangkat telepon genggam mereka.
“Sekolah sudah menyiapkan tablet bagi siswa yang tidak memiliki HP atau perangkatnya bermasalah, sehingga semua tetap dapat mengikuti ASAS tanpa hambatan,” katanya.
Dengan penerapan sistem digital, pengawasan ketat, dan kesiapan sarana pendukung, SMPN 1 OKU menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas evaluasi pendidikan sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pembelajaran berbasis teknologi.(jpn)
