Bikin Bangga OKU! SD Fransiskus Baturaja Unggul di Tingkat Nasional, Sabet Dua Penghargaan Bergengsi

NASIONAL, PENDIDIKAN132 Dilihat

Lintasharian.com – Enam bulan sudah SD Fransiskus Baturaja menapaki perjalanan panjang Program Sahabat Sekolah Dasar Kemdikdasmen. Berawal dari kiriman sebuah video sederhana tentang Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sekolah ini tak menyangka langkahnya justru mengantarkan mereka menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten OKU yang tampil gemilang di tingkat nasional.

Kerja panjang itu akhirnya terbayar. Pada puncak kegiatan di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, 7–10 Desember 2025, SD Fransiskus Baturaja diumumkan meraih dua penghargaan nasional sekaligus:

1. Sekolah Teraktif dalam Pelaporan Aksi Nyata, dan

2. Sekolah dengan Inovasi Pemanfaatan Media Komunikasi, Informasi, dan Publikasi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam forum yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., bersama para pejabat Kemendikdasmen, Staf Khusus Menteri, Direktur Sekolah Dasar, serta pendamping dari BPMP Sumsel, Firdaus.

Dari Seleksi Video hingga 80 Besar Nasional

Kepala SD Fransiskus Baturaja, Agusta Mistiyah, S.Pd. (Suster Alexia) menjelaskan bahwa perjalanan sekolahnya di program ini dimulai sejak Juni 2025. Setelah lolos seleksi video awal, mereka kembali menguatkan langkah pada tahap wawancara di bulan Agustus, hingga akhirnya masuk 80 besar nasional.

Pada September, kelima siswa yang terpilih sebagai Sahabat Sekolah Dasar dikirim ke Tangerang untuk mengikuti pembekalan. Mereka adalah Dewi Mishya Lelliana, Maria Denita Raja, Virendra Ananda Chandra, Mahirah Shazia Azkadina Suhendi, dan Gabriello Hasiholan Jonathan. Kelimanya kemudian bergerak lincah menjalankan aksi nyata didampingi dua fasilitator: Suster Alexia dan Mohammad Shafar Al Qadri, S.Pd. (Pak Odi).

“Setiap tahap menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Budaya 7 kebiasaan perlahan tumbuh dan berubah menjadi karakter unggulan di sekolah,” ujar Suster Alexia.

40 Aksi Nyata, Dari Sekolah hingga Stasiun Baturaja

Selama September hingga November, anak-anak ini melaksanakan 40 aksi nyata yang tersebar di berbagai lokasi. Sebagian besar kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah, namun SD Fransiskus Baturaja juga melangkah keluar untuk membina tujuh sekolah imbas di Kecamatan Baturaja Barat.

Aksi mereka semakin beragam: kampanye kebiasaan baik di Stasiun Baturaja, gotong royong menjaga kebersihan di Kelurahan Air Gading dan Sukajadi, hingga penanaman pohon di Desa Sukamaju sebagai wujud kepedulian lingkungan.

Tidak sedikit pihak yang terlibat dalam pencapaian ini. Selain guru dan orang tua siswa, dukungan penuh datang dari BPMP Sumsel, Dinas Pendidikan OKU, serta Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung. Puskesmas Tanjung Agung dan pemerintah kelurahan juga membantu dalam serangkaian aksi nyata tersebut.

Bukan Mengejar Penghargaan, Tapi Menjalani Proses

Yang menarik, pihak sekolah justru mengaku tidak mengetahui adanya kategori penghargaan selama proses berjalan.

“Kami fokus menjalankan program dengan konsisten. Anak-anak menikmati prosesnya, dan itu yang membuat semuanya terasa ringan. Justru karena fokusnya bukan mengejar piala, kami bisa memberikan yang terbaik,” ungkap Pak Odi.

Komitmen inilah yang membuat pelaporan aksi nyata mereka menjadi yang paling aktif, sekaligus memunculkan inovasi-inovasi baru dalam publikasi kegiatan.

Jadi Teladan bagi Sekolah Lain di OKU

Keberhasilan ini menjadi pijakan baru bagi SD Fransiskus Baturaja. Mereka berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten OKU ikut merasakan manfaat Program Sahabat Sekolah Dasar.

“Terutama tujuh sekolah imbas yang sudah bersama kami sejak awal. Semoga mereka melanjutkan semangat ini, mengembangkan gerakan 7 kebiasaan, dan merasakan perubahan positif seperti yang kami alami,” kata Suster Alexia.

Dalam sunyi kerja dan konsistensi, SD Fransiskus Baturaja telah membuktikan bahwa sekolah daerah pun bisa tampil bersinar di tingkat nasional—cukup dengan kerja tulus, kolaborasi, dan keberanian untuk terus bergerak.(jpn)