Gerak Cepat Tanpa Ribut, Sinergi Teddy–Herman Deru Ubah Wajah Jalan OKU

OKU50 Dilihat

Lintasharian.com – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H Teddy Meilwansyah dan Gubernur H Herman Deru mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam kurun waktu relatif singkat, wajah infrastruktur jalan di OKU berubah signifikan.

Sejumlah ruas strategis yang sebelumnya rusak kini mulus dan nyaman dilalui. Prosesnya pun berlangsung cepat tanpa polemik. Setiap usulan yang diajukan Pemkab OKU melalui skema Bantuan Gubernur (Bangub) sebagian besar langsung ditindaklanjuti oleh Pemprov Sumsel.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan jalan cor beton di Batu Kuning sepanjang sekitar 900 meter. Pekerjaan tersebut bahkan dihadiri langsung Gubernur Sumsel saat peletakan batu pertama. Selain itu, jembatan penghubung di Desa Banuayu, rehabilitasi saluran irigasi, serta pembangunan dua talud juga terealisasi dalam waktu berdekatan.

Tak hanya di wilayah pinggiran, perbaikan jalan juga menyentuh pusat Kota Baturaja. Secara bertahap, ruas-ruas jalan utama hingga jalan lingkungan diperbaiki. Jalan Ahmad Yani dari simpang empat Universitas Baturaja ke arah pusat kota kini mulus. Kondisi serupa terlihat di sepanjang jalan depan SMP Negeri 2 hingga jalan poros Desa Air Paoh.

Pekerjaan peningkatan jalan juga berlangsung di sejumlah kecamatan seperti Batumarta, Lubuk Batang, Ulu Ogan, Pengandonan, Semidang Aji, hingga Kawasan Permukiman Rakyat (KPR). Proyek tersebut dikerjakan melalui kolaborasi Dinas PU Perkim dan PU PR.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah mengaku bangga karena Kabupaten OKU mendapat perhatian besar dari Gubernur Sumsel. Ia menyebut sebagian besar usulan perbaikan infrastruktur yang diajukan melalui Bangub dapat direalisasikan.

“Pak Gubernur Herman Deru bukan hanya menyetujui bantuan, tapi juga turun langsung melihat pekerjaan di lapangan. Ini bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat OKU,” ujar Teddy.

Selain memanfaatkan bantuan provinsi, Pemkab OKU juga mengalokasikan APBD untuk rehabilitasi dan peningkatan jalan di berbagai desa. Namun, Teddy mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, saya minta seluruh OPD tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi aktif menjalin kolaborasi dan mencari sumber anggaran dari provinsi maupun kementerian,” tegasnya.

Respons positif datang dari masyarakat. Gunawan, warga Kemelak yang sehari-hari melintas di Kota Baturaja, mengaku merasakan langsung dampak perbaikan jalan.

“Sekarang jalan-jalan kota jauh lebih nyaman. Tidak ribut, tidak banyak bicara, tapi hasilnya nyata. Ini patut diapresiasi,” katanya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur di OKU terus berlanjut hingga ke pelosok desa dan jalan lingkungan. Menurutnya, jalan yang baik akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.(*)