Lintasharian.com, Prabumulih — Kinerja produksi minyak PT Pertamina EP (PEP) bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Zona 4 menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Produksi minyak tercatat mencapai 27.643 barel per hari atau meningkat sekitar 6,6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi PEP dan PHE Zona 4 dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas melalui penguatan strategi pengembangan yang terintegrasi.
Berbagai program pengembangan lapangan dijalankan secara agresif, mulai dari New Area Development (NAD), pengeboran Step Out, Interfield, hingga Infill.
Optimalisasi data bawah permukaan melalui penambahan 3D Seismic turut menjadi kunci dalam menentukan target pengeboran yang lebih presisi.
Kolaborasi tim subsurface diperkuat melalui pengeboran sumur baru serta pelaksanaan Workover dan Well Intervention (WO&WI) secara berkelanjutan.
Tidak hanya minyak, produksi gas di wilayah kerja PEP Zona 4 juga mencatatkan kinerja menggembirakan. Sepanjang 2025, produksi gas mencapai 530,9 juta kaki kubik standar per hari atau MMSCFD.
Seluruh produksi migas tersebut berasal dari tujuh lapangan yang beroperasi di dua kota dan sembilan kabupaten. Minyak dan gas yang dihasilkan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik Pertamina sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
Di sisi operasional, PEP Zona 4 terus mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah penggunaan teknologi batch drilling pada pengeboran darat.
Teknologi ini memungkinkan beberapa sumur dibor dari satu lokasi dengan tahapan kerja yang dilakukan secara berurutan.
Sistem drilling rig dengan metode skidding atau walking membuat peralatan dapat dipindahkan tanpa perlu rig down.
Penerapan batch drilling terbukti mampu memangkas waktu pengeboran sekaligus menekan biaya operasional. Efisiensi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di Zona 4.
General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan pemangku kepentingan atas capaian kinerja tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun melalui inovasi dan sinergi lintas fungsi.
“Kinerja operasi Zona 4 terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Djudjuwanto.
Kinerja produksi yang meningkat juga berjalan seiring dengan komitmen keselamatan kerja. Sepanjang 2025, PEP dan PHE Zona 4 berhasil mempertahankan catatan nihil kecelakaan kerja atau zero accident.
Setiap aktivitas operasi dijalankan dengan mengedepankan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau HSSE. Komitmen tersebut sejalan dengan budaya keselamatan yang diterapkan di seluruh lini Pertamina.
“Keselamatan adalah prioritas utama dan menjadi bagian dari budaya kerja kami,” pungkas Djudjuwanto.(*)
