Air Sungai Wal OKU Mendadak Keruh, Tambang Batubara Disorot Warga

OKU251 Dilihat

Lintasharian.com – Air Sungai Wal di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak berubah warna menjadi cokelat keruh dalam beberapa hari terakhir. Perubahan drastis ini membuat warga resah dan menduga kuat ada pencemaran akibat aktivitas tambang batubara.

Kepala Desa Gunung Meraksa, Dahlan, mengungkapkan air Sungai Wal kini tak lagi jernih seperti biasanya. Ia menilai kondisi tersebut bukan disebabkan hujan, melainkan kiriman lumpur dari tambang batubara di Desa Gunung Kuripan, Kecamatan Pengandonan.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga. Air sungai berwarna kecokelatan pekat,” ujar Dahlan, Rabu (9/7).

Hasil sidak menemukan aliran anak sungai bernama Sungai Lempaung yang bermuara ke Sungai Wal. Anak sungai itulah yang diduga membawa limbah tambang hingga mencemari Sungai Wal.

“Kami sudah bertemu dengan pihak tambang dan meninjau lokasi. Memang terlihat jelas ada aktivitas galian yang bisa saja menyebabkan sungai tercemar,” tambah Dahlan.

Keresahan warga juga direspons cepat oleh anggota DPRD OKU Fraksi Gerindra, Yoelandre Pratama Putra. Ia menegaskan akan membawa persoalan ini ke dinas terkait dan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti secepatnya.

“Biasanya air Sungai Wal hanya keruh sebentar saat hujan, lalu jernih lagi. Tapi sekarang sudah berhari-hari keruhnya. Ini sangat merugikan masyarakat yang setiap hari bergantung pada air sungai untuk mandi dan mencuci,” tegas Yoelandre.

Kasus pencemaran ini semakin ramai diperbincangkan setelah video kondisi tambang batubara di Gunung Kuripan beredar di media sosial. Video itu menunjukkan lokasi galian dan air sungai yang keruh, lengkap dengan suara imbauan kepada warga agar bersabar menunggu tindakan pihak berwenang.

Warga mendesak pemerintah segera turun tangan dan menindak tegas pihak tambang jika terbukti mencemari lingkungan. Apalagi, aktivitas tambang batubara di kawasan tersebut sebelumnya pernah dihentikan karena berada di zona resapan air yang sangat vital bagi masyarakat sekitar.(*)