65 Ribu Siswa di OKU Diperiksa, Banyak yang Minus Gara-Gara Gadget

OKU, PENDIDIKAN127 Dilihat

Lintasharian.com – Sebanyak 65.328 siswa SD hingga SMP di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) perdana yang digelar Dinas Kesehatan OKU. Program ini menjadi langkah awal memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini, sekaligus mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh sekolah Indonesia.

Hasil awal cukup mengkhawatirkan. Gangguan penglihatan menjadi temuan terbanyak, dengan banyak anak mengalami rabun jauh atau minus. Tim medis menduga, salah satu pemicunya adalah kebiasaan bermain gadget terlalu lama.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah yang meninjau pemeriksaan di SDN 11 OKU dan SMPN 1 OKU mengaku terkejut.

“Banyak anak SD dan SMP yang matanya bermasalah. Dugaan kami, salah satunya akibat penggunaan gadget berlebihan,” ujarnya.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa SMPN 1 OKU, Senin (11/8/2025).

Teddy pun mengimbau para orang tua membatasi dan mengawasi penggunaan perangkat digital pada anak. Meski begitu, ia memastikan hasil pemeriksaan untuk aspek kesehatan lain masih berada dalam batas normal.

Pemeriksaan Menyeluruh, Rujukan Terbuka
Pemeriksaan untuk siswa SD (7–12 tahun) meliputi 14 item, mulai dari status gizi, kesehatan gigi, tekanan darah, gula darah, skrining TB, pemeriksaan mata, telinga, kesehatan jiwa, fungsi hati, kesehatan reproduksi, hingga riwayat imunisasi.

Untuk siswa SMP (13–15 tahun), pemeriksaan serupa dilakukan dengan tambahan skrining talasemia, anemia, dan imunisasi HPV khusus siswi kelas 9.

Program CKG dilaksanakan setahun sekali, namun layanan rujukan di puskesmas dan rumah sakit tetap terbuka sepanjang tahun bagi siswa yang membutuhkan tindak lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya menjelaskan, kegiatan ini digelar serentak di seluruh sekolah dengan melibatkan tenaga medis puskesmas dibantu tim Dinkes.

“Targetnya, semua anak sekolah di OKU bisa diperiksa hingga tuntas,” tegasnya.

Dengan cakupan yang menyasar puluhan ribu pelajar, Pemkab OKU berharap program ini menjadi benteng kesehatan generasi muda, mencegah penyakit sejak dini, dan memastikan anak-anak tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan produktif.(jpn)