Semen Baturaja Dorong Pemberdayaan Warga Air Gading Lewat Program RUCIDA, BATIK, dan Aquaponic

OKU70 Dilihat

Lintasharian.com – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini menggelar sosialisasi tiga program unggulan berkelanjutan: Rumah Cacing Berdaya (RUCIDA), Baturaja Ternak Ikan Kreatif (BATIK), dan Aquaponic.

Kegiatan berlangsung di Kantor Lurah Air Gading, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Selasa (30/9). Acara ini diikuti oleh 10 peserta, masing-masing lima perwakilan dari Ibu-Ibu PKK dan lima anggota Karang Taruna Kelurahan Air Gading. Turut hadir pula Lurah Air Gading, Arif Sobirin, bersama sejumlah pejabat setempat.

Senior Manager Corporate Social Responsibility (CSR) SMBR, Andy Aprizal, menjelaskan bahwa program ini diharapkan menjadi sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Semen Baturaja tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga ingin tumbuh bersama masyarakat. Melalui RUCIDA, BATIK, dan Aquaponic, kami membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Andy.

Menurut Andy, sosialisasi ini merupakan tahap awal sebelum pelatihan diberikan. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami konsep dan manfaat program lebih dulu, sehingga saat pelatihan mereka lebih siap dan optimal dalam penerapan.

Air Gading dipilih sebagai lokasi percontohan karena warganya dinilai aktif serta memiliki komitmen dalam kegiatan lingkungan dan ekonomi kreatif.

“Kami melakukan survei ke beberapa wilayah ring 1. Dari hasilnya, Air Gading dipilih karena Karang Taruna dan Ibu-Ibu PKK sangat antusias. Mereka juga menginginkan program yang mendukung swasembada pangan. Karena itu, kami yakin program ini bisa berjalan baik dan memberi manfaat nyata,” tambah Andy.

Lurah Air Gading, Arif Sobirin, menyambut baik program ini.

“Program ini sesuai dengan kebutuhan warga kami. Selama ini masyarakat terbiasa bergotong-royong dalam kegiatan lingkungan maupun ekonomi kreatif. Dengan dukungan Semen Baturaja, kami optimistis warga Air Gading bisa mandiri, memperoleh tambahan pendapatan, dan ikut menjaga ketahanan pangan. Kami berharap pelatihan lanjutan nantinya semakin memperkuat kapasitas warga,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Semen Baturaja akan melaksanakan pelatihan lanjutan tahun ini untuk memperdalam keterampilan warga dalam mengelola usaha berbasis lingkungan.

Program TJSL Lainnya

Selain tiga program tersebut, SMBR juga telah menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan lain, antara lain Eco Cafe dan Economic & Education Bee Farm.

Eco Cafe: Diresmikan pada 2023, program ini merupakan hasil kolaborasi SMBR, UMKM binaan Rumah BUMN “Ngopi Kuday”, dan DLH OKU. Mengusung konsep unik “Ngopi Bayar Pakai Sampah”, pengunjung dapat menukar sampah plastik dengan segelas kopi. Hingga 2025, program ini telah mengumpulkan sekitar 182,3 ton kardus dan plastik. Selain menjadi ruang rekreasi, Eco Cafe juga mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.

Economic & Education Bee Farm: Berawal dari pengelolaan lahan pasca tambang yang disulap menjadi kawasan budidaya lebah trigona penghasil madu alami. Program ini dimulai di Desa Laya pada 2023, lalu diperluas ke Desa Pusar pada April 2025 karena tingginya minat warga. Hingga September 2025, panen madu trigona di Desa Laya telah mencapai 26.995 ml, yang dipasarkan dengan label “Madu DIHI” melalui Rumah BUMN Baturaja. Produk ini kini menjadi salah satu unggulan SMBR dalam mendukung ekonomi berkelanjutan.

Melalui berbagai program tersebut, Semen Baturaja terus berupaya menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan peduli lingkungan.(ril)