Menteri Kebudayaan Akan Resmikan Museum Gua Harimau, Kebanggaan Baru Warga OKU

OKU70 Dilihat

Lintasharian.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersiap menyambut momen bersejarah. Minggu (19/10) mendatang, Museum Gua Harimau yang terletak di kawasan wisata Gua Putri, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Museum yang berdiri megah di tengah kawasan perbukitan ini menyimpan jejak panjang peradaban manusia prasejarah. Di dalamnya tersimpan fosil manusia berusia ribuan tahun, mulai dari 3.000 hingga 15.000 tahun silam, yang berasal dari dua ras berbeda yaitu Neomongolit dan Autoromenalisia.

Tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, Museum Gua Harimau juga menghadirkan konsep digital interaktif. Melalui pencahayaan modern dan tampilan multimedia, pengunjung seakan diajak kembali ke masa lalu, menyaksikan langsung bagaimana manusia purba bertahan hidup dan beradaptasi dengan alam.

Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, S.STP., MM., M.Si., mengaku bangga sekaligus antusias menyambut peresmian tersebut. Ia menyebut, keberadaan museum ini bukan hanya kebanggaan warga OKU, tapi juga menjadi aset budaya berskala nasional.

“Alhamdulillah, akhirnya mimpi panjang masyarakat OKU memiliki museum termodern segera terwujud. Minggu nanti akan diresmikan langsung oleh Pak Menteri Kebudayaan, dan Pemkab OKU siap mendukung penuh agar acara berjalan lancar,” ujar Teddy.

Menurut Bupati, dengan diresmikannya Museum Gua Harimau, kawasan Padang Bindu akan menjadi magnet wisata dan edukasi baru di Sumatera Selatan. Selain melestarikan sejarah, kehadiran museum juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar.

“Kita optimistis, setelah diresmikan nanti, jumlah wisatawan akan meningkat. Dampaknya tentu positif bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan usaha kecil di sekitar lokasi,” tambahnya.

Sebagai informasi, Museum Gua Harimau berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Baturaja. Lokasinya yang sejuk dan alami membuat tempat ini tak hanya sarat nilai sejarah, tetapi juga cocok sebagai destinasi wisata edukatif bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan umum.(*)