Semangat Sumpah Pemuda, Siswa SMP Xaverius Baturaja Tunjukkan Cinta Tanah Air Lewat Seni dan Aksi Hijau

OKU, PENDIDIKAN396 Dilihat

Lintasharian.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SMP Xaverius Baturaja berlangsung meriah dan penuh makna. Sejak pagi, suasana sekolah sudah dipenuhi warna-warni pakaian adat dari berbagai daerah, menggambarkan semangat kebersamaan dan persatuan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang digagas oleh pengurus OSISKA bersama guru pendamping Magdalena Dwi Inawati, S.Pd, serta mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah Octavianus Radja Putra, ST, ini menjadi momentum bagi siswa untuk meneladani semangat para pemuda 1928 melalui kegiatan seni dan aksi nyata.

Dalam sambutannya, Magdalena mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya mengenal sejarah Sumpah Pemuda, tetapi juga menghayati maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman. Perbedaan budaya bukan pemisah, justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara singkat, dilanjutkan dengan penampilan musik, tari massal, puisi berantai, dan band sekolah yang sukses menarik perhatian seluruh warga sekolah. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka menampilkan kreativitas masing-masing kelas.

Tak berhenti di situ, semangat cinta tanah air juga diwujudkan melalui aksi penanaman bibit tanaman buah dan obat-obatan di lingkungan sekolah. Setiap jenjang membawa bibit berbeda — kelas VII membawa bunga, kelas VIII tanaman obat, dan kelas IX tanaman buah — sebagai simbol menanam harapan dan kepedulian terhadap alam.

Kepala Sekolah Octavianus Radja Putra, ST, mengapresiasi antusiasme siswa dalam memperingati momen bersejarah ini.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk merayakan Sumpah Pemuda, tapi juga membentuk karakter siswa yang beriman, berilmu, humanis, dan tegar. Kami ingin mereka menjadi generasi yang siap memimpin masa depan dengan semangat persatuan,” tutur Octavianus.

Puncak acara menjadi semakin berkesan ketika seluruh siswa tampil mengenakan pakaian adat daerah. Dari kebaya, ulos, hingga baju bodo, semuanya memancarkan keindahan budaya Nusantara yang beragam.

“Pesan dari pemakaian baju adat ini sangat jelas, bahwa kita boleh berbeda, tetapi tetap satu dalam semangat Indonesia,” tutup Magdalena.(jpn)