Lintasharian.com, Jakarta – Keunikan konsep yang mengangkat sejarah dan kearifan lokal membawa Stand Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meraih penghargaan di ajang APKASI Otonomi Expo 2026.
Stand OKU dinobatkan sebagai Best Stand Design Category dalam pameran yang mempertemukan berbagai potensi daerah dari seluruh Indonesia tersebut. Penghargaan diumumkan pada acara penutupan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Sabtu (29/8/2026).
Dari sekitar 120 stand kabupaten dan kota yang berpartisipasi, Kabupaten OKU berhasil mencuri perhatian melalui desain stand yang tidak sekadar menonjolkan produk unggulan, tetapi juga membawa cerita tentang sejarah daerah.
Penghargaan tersebut diterima atas nama Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., yang diwakili Sekda OKU Alva Elan, S.ST., M.PSDA.
Salah satu daya tarik utama stand OKU adalah miniatur Goa Harimau. Ikon sejarah tersebut sengaja ditempatkan sebagai bagian penting dari konsep stand untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan jejak peradaban masa lalu yang dimiliki Kabupaten OKU.
Kehadiran miniatur Goa Harimau membuat stand OKU memiliki karakter tersendiri di antara ratusan potensi daerah yang dipamerkan dalam ajang tersebut.
Selain mengangkat sejarah, stand OKU juga menjadi etalase bagi berbagai produk lokal. Pengunjung dapat melihat sekaligus mengenal kerajinan tangan, kain songket, kerajinan resam, batu cincin, batu fosil, madu hingga beragam makanan khas OKU.
Sekda OKU Alva Elan mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi terhadap upaya Pemkab OKU dalam memperkenalkan potensi daerah melalui konsep yang kreatif.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten OKU. Kami mengangkat Goa Harimau bukan hanya sebagai sebuah situs sejarah, tetapi sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya OKU yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Alva, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan promosi daerah ketika dikemas dengan konsep yang menarik dan memiliki cerita.
Karena itu, keikutsertaan OKU dalam APKASI Otonomi Expo 2026 diharapkan tidak berhenti pada raihan penghargaan. Pameran tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan produk UMKM, kerajinan, kuliner hingga potensi pariwisata OKU.
“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini semakin banyak masyarakat di luar daerah yang mengenal OKU, bukan hanya sejarah dan budayanya, tetapi juga berbagai produk unggulan serta potensi yang dimiliki,” katanya.
Alva menilai penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bersama pelaku UMKM dan seluruh pihak terkait untuk terus melakukan inovasi dalam mempromosikan potensi Bumi Sebimbing Sekundang.
Goa Harimau sendiri menjadi salah satu kekayaan sejarah penting yang dimiliki OKU. Situs tersebut berkaitan dengan temuan fosil dan kerangka manusia purba serta berbagai jejak kehidupan masa lalu yang memberikan gambaran mengenai peradaban di kawasan tersebut.
Dengan menjadikan Goa Harimau sebagai bagian dari desain stand, Pemkab OKU berupaya membawa cerita sejarah lokal keluar dari ruang situs dan memperkenalkannya kepada masyarakat dari berbagai daerah.
APKASI Otonomi Expo 2026 pun menjadi momentum bagi OKU untuk menunjukkan bahwa kekuatan daerah tidak hanya terletak pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada sejarah, budaya dan identitas yang dimilikinya.
Penghargaan Best Stand Design Category menjadi capaian tersendiri sekaligus penanda bahwa konsep berbasis kearifan lokal mampu tampil menarik di tengah persaingan stand daerah dari seluruh Indonesia. (*)
