Lintasharian.com – Sorak kagum pecah saat Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada peringatan HUT RI ke-80. Di balik momen khidmat itu, berdiri tegap sosok siswa SMA Negeri 1 OKU, Rezky Prawira Deipa, yang dipercaya sebagai pengibar bendera.
Rezky adalah putra dari pasangan H. Perta Rika, S.Pd., MM dan Hj. Dewi Melda, S.Pd., MM. Sejak kecil, ia dikenal disiplin dan rajin belajar. Di sela kesibukan sekolah dan organisasi, Rezky tetap menyempatkan diri untuk menekuni hobinya, yakni membaca buku dan berolahraga.
Menjadi bagian dari Paskibraka tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. “Perasaan saya sangat senang, karena posisi pengibar merupakan idaman bagi semua anggota Paskibraka. Saya bersyukur bisa menjalankan tugas mulia ini di upacara kemerdekaan RI ke-80 di Kabupaten OKU tercinta,” ujarnya.
Perjalanan menuju hari bersejarah itu tidak mudah. Latihan panjang, menjaga kekompakan, hingga mengendalikan rasa gugup menjadi tantangan yang harus dilalui. “Tantangan terbesar adalah menjaga kepercayaan diri dan kekompakan. Kita harus sadar, ini bukan tugas individu, tapi kerja tim yang solid,” tegasnya.
Dukungan keluarga juga menjadi energi penting. Rezky mengaku semakin termotivasi karena kakaknya lebih dulu pernah menjadi pengibar bendera pada 2023. “Saya beruntung memiliki orang tua yang selalu membimbing dan kakak yang memberi contoh. Itu jadi semangat tersendiri untuk saya,” kata siswa kelahiran 17 Oktober 2009 ini.

Tak hanya keluarga, dukungan sekolah juga membuat Rezky semakin mantap melangkah. “Alhamdulillah, saya sangat didukung oleh Bapak Kepala SMA Negeri 1 OKU, seluruh dewan guru, serta teman-teman yang selalu memberikan motivasi dan support. Dukungan mereka menjadi energi positif yang membuat saya lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mulia di peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 ini,” ungkapnya.
Tak hanya di Paskibraka, Rezky juga berderet prestasi akademik maupun non-akademik. Ia pernah meraih Juara Umum Kelas X SMA Negeri 1 OKU, Juara 1 Duta Lalu Lintas Sumsel 2025, hingga Duta Zero Accident OKU 2025. Di sekolah, ia aktif sebagai Bendahara OSIS dan Lurah Paskibra.
Bagi Rezky, momen paling berkesan bukan sekadar ketika bendera berkibar sempurna, tetapi juga kebersamaan dengan tim, pelatih, hingga senior PPI OKU. “Kebersamaan dan kekeluargaan itu yang membuat pengalaman ini begitu berharga,” ucapnya penuh semangat.
Ke depan, Rezky bercita-cita menapaki jalan yang lebih tinggi: menjadi dokter militer di Universitas Pertahanan RI. “Harapan saya, pengalaman ini bisa menunjang cita-cita saya. Sesuai motto saya: usaha dan doa tiada henti, sampai kesuksesan menghampiri, dan selalu bermanfaat bagi orang lain, masyarakat, serta bangsa dan negara,” pungkasnya. (jpn)
