Lintasharian.com, Baturaja – Dua siswa SDN 11 OKU punya cerita prestasi yang patut dibanggakan. Alfreda Wira Asyifa dan Alfaris Ramadan sama-sama sukses naik podium lewat cabang olahraga yang mereka tekuni sepanjang 2026.
Alfreda, siswa kelas 5B, bahkan memborong dua gelar Juara 1 pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI OKU Cup I. Sementara Alfaris, siswa kelas 5D, mencatat prestasi di level provinsi setelah meraih Juara 1 panahan pada Kejurprov Para Panahan di Lahat.
Dua capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi SDN 11 OKU sekaligus menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi di bidang olahraga.
Alfreda Borong Dua Gelar Juara
Prestasi Alfreda di arena pencak silat bukan diraih secara instan. Siswi kelas 5B itu mulai menekuni pencak silat sejak kelas IV dan terus menjalani latihan secara rutin.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika Alfreda tampil pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI OKU Cup I yang berlangsung 24-26 Juli 2026 di GOR Baturaja.
Menghadapi peserta dari berbagai daerah, Alfreda mampu tampil maksimal. Ia sukses meraih Juara 1 cabang seni sekaligus Juara 1 fighter.
“Senang dan bangga. Apalagi pesertanya bukan hanya dari OKU, tetapi juga ada dari daerah lain. Tentunya ini menambah pengalaman dan membuat saya semakin percaya diri saat bertanding,” ujar Alfreda.
Persiapan menghadapi kejuaraan dilakukan dengan meningkatkan intensitas latihan. Jika sebelumnya berlatih pada malam Rabu dan malam Jumat, dua pekan menjelang pertandingan Alfreda berlatih lebih intensif setiap hari.
Dari dua kategori yang diikuti, ia mengaku fighter menjadi tantangan paling besar karena harus berhadapan langsung dengan lawan.
“Kalau seni lebih banyak menampilkan gerakan, sedangkan fighter harus bertanding langsung dengan lawan. Jadi, fighter lebih menantang,” katanya.
Menurut Alfreda, menjaga ketenangan menjadi salah satu kunci saat berada di arena. Ia berusaha tetap fokus agar latihan yang selama ini dijalani dapat diterapkan dengan baik.
“Yang paling penting saat bertanding harus tetap tenang dan fokus,” tuturnya.
Dua gelar juara tersebut tidak membuat Alfreda cepat puas. Ia justru ingin terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi di level yang lebih tinggi.
“Target saya ingin bisa sampai tingkat provinsi, bahkan nasional,” tegasnya.
Debut Panahan Alfaris Langsung Juara
Sementara itu, Alfaris Ramadan menorehkan cerita tak kalah menarik. Baru pertama kali mengikuti perlombaan panahan, siswa kelas 5D tersebut langsung berhasil merebut Juara 1 Kejurprov Para Panahan di Lahat pada Agustus 2026.
Hasil itu menjadi pengalaman istimewa bagi Alfaris. Terlebih, ia mempersiapkan diri melalui latihan rutin setiap hari.
“Alhamdulillah, meskipun ini pertama kali mengikuti ajang kejurprov, saya bisa meraih Juara 1. Tentu saya sangat senang dan gembira,” ungkap Alfaris.
Alfaris mengaku berlatih sekitar dua hingga empat jam setiap hari di GOR Baturaja. Latihan tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun konsentrasi sebelum menghadapi pertandingan.
Pengalaman menghadapi pertandingan hingga babak final menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi Alfaris. Dengan menjaga konsentrasi dan keberanian, ia akhirnya mampu mengamankan posisi sebagai juara.
Prestasi tersebut kini menjadi motivasi untuk kembali berlatih dan mengejar pencapaian berikutnya.
“Target saya bisa juara lagi dan naik ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Sekolah Beri Ruang untuk Siswa Berprestasi
Kepala SDN 11 OKU Hj. Maryani, S.Pd., MM., menyambut bangga prestasi kedua siswanya. Menurutnya, keberhasilan Alfreda dan Alfaris tidak hanya membawa kebanggaan bagi pribadi masing-masing, tetapi juga mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten OKU.
“Kami tentu bangga dan memberikan apresiasi kepada Alfreda dan Alfaris. Mereka tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga ikut mengharumkan Kabupaten OKU melalui prestasi yang diraih,” ujar Maryani.

Ia mengatakan sekolah akan terus memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun kompetisi di luar sekolah.
“Kami memberikan dukungan berupa waktu, ruang, kesempatan, dan izin kepada siswa untuk mengikuti pertandingan. Jangan sampai bakat anak berhenti hanya karena tidak mendapatkan kesempatan,” jelasnya.
Meski demikian, Maryani mengingatkan agar prestasi di bidang olahraga tetap berjalan seimbang dengan pendidikan akademik.
“Minat dan bakat kami berikan ruang, tetapi pendidikan tetap menjadi bagian utama. Prestasi yang diraih justru kami harapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi masing-masing,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah juga menyiapkan reward berupa perlengkapan yang dibutuhkan siswa untuk keperluan sekolah.
Bagi SDN 11 OKU, torehan Alfreda dan Alfaris bukan sekadar tambahan medali. Keduanya menjadi bukti bahwa prestasi bisa tumbuh dari berbagai bidang ketika bakat mendapat ruang, latihan dijalani dengan disiplin, dan siswa diberikan kesempatan untuk berkembang. (*)
