Cetak Ijazah SMP di OKU Dimulai, Tahun Ini Tanpa Cap Tiga Jari

OKU, PENDIDIKAN173 Dilihat

Lintasharian.com – Kabar gembira bagi para lulusan SMP negeri dan swasta di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dinas Pendidikan OKU bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP resmi memulai proses pencetakan ijazah tahun ajaran 2024/2025 secara serentak pada Senin (7/7/2025).

Pencetakan ijazah dilaksanakan di Aula Disdik OKU dan dihadiri langsung para kepala sekolah. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini blangko ijazah tidak lagi dikirim dari Kementerian Pendidikan, melainkan dicetak mandiri menggunakan kertas A4 80 gram sesuai kebijakan terbaru.

“Ijazah tahun ini lebih simpel, tidak ada lagi cap tiga jari. Hanya tanda tangan kepala sekolah, pas foto siswa, dan nomor ijazah,” jelas Kabid Pembinaan SMP Agus Stiawan SE MM melalui Kasi Kesiswaan dan Kurikulum Disdik OKU, H. Ade Ridwan, S.Pd., MM., M.Si, didampingi Staf Kurikulum Moh. Triargho Alfalah SPd.

Ade menuturkan, pencetakan dilakukan secara terpusat untuk meminimalisir kesalahan dan memastikan keseragaman ijazah di seluruh sekolah. Total ada 5.136 lembar ijazah yang akan dicetak untuk 52 SMP negeri dan 15 SMP swasta di OKU.

“Hari ini sekitar seribu lembar sudah selesai. Sisanya kita targetkan rampung dalam beberapa hari ke depan sebelum didistribusikan ke sekolah,” ujarnya.

Meski tampilan ijazah hanya hitam putih tanpa fitur keamanan fisik seperti tahun-tahun sebelumnya, Ade memastikan keamanannya kini berbasis digital. Nomor ijazah tercatat di aplikasi satuan pendidikan dan terhubung langsung ke pusat.

“Jadi meskipun terlihat sederhana, keamanannya tetap terjamin karena sudah menggunakan sistem E-Ijazah,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua MKKS SMP OKU, Mauladi Yurmansyah SPd MM, mengaku kurang puas dengan desain ijazah yang terkesan terlalu sederhana.

“Kalau boleh memilih, kami ingin kembali menggunakan blangko dari pusat yang kualitas kertasnya lebih bagus,” kata Mauladi yang juga Kepala SMPN 23 OKU.

Namun, ia memahami kebijakan ini diambil demi keseragaman dan kemudahan pengawasan Disdik.

“Kalau dicetak di sekolah masing-masing, takutnya kualitas kertas dan tintanya tidak standar. Karena itu sekarang dipusatkan di Disdik,” tuturnya.

Mauladi juga menambahkan, pihak sekolah melakukan pengecekan data siswa dengan teliti sebelum ijazah dicetak, agar nama dan identitas di ijazah sesuai dengan akta kelahiran dan data di dapodik sekolah.

“Kadang ada beda ejaan nama. Makanya operator sekolah juga kita libatkan untuk memastikan data di dapodik sudah benar,” pungkasnya.

Ia berharap seluruh proses berjalan lancar, sehingga siswa bisa segera menerima ijazah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa hambatan. (jpn)