Disdik OKU Gaspol Tingkatkan Kompetensi Guru SMP, Dua Bimtek Digelar Serentak Tiga Hari

OKU, PENDIDIKAN323 Dilihat

Lintasharian.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan profesionalitas guru di daerah. Tanpa menunggu lama setelah peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, Disdik OKU langsung menggelar program penguatan kompetensi bagi guru SMP se-Kabupaten OKU melalui dua Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu, 28–30 November 2025.

Kegiatan ini dibuka di Gedung SKB Baturaja dan dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman S.Ag., M.Si, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru tidak lagi bisa ditunda. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut pendidik untuk tidak hanya menguasai proses belajar mengajar, tetapi juga memiliki kemampuan administratif dan penguasaan teknologi pendidikan.

“Guru tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama. Kemajuan teknologi menuntut kita bergerak lebih cepat dan adaptif. Bimtek ini bukan formalitas, tetapi langkah nyata agar guru mampu mengembangkan diri dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” tegas Kadarisman.

Kadarisman meminta peserta memanfaatkan kegiatan ini secara aktif dan interaktif, bukan sekadar mendengar materi. Ia berharap ilmu yang didapat menjadi bekal untuk diimbaskan ke guru-guru lain di sekolah masing-masing. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembaruan data guru di Dapodik dan memerintahkan jajarannya memastikan seluruh sekolah melakukan validasi data agar informasi yang tampil benar-benar akurat.

Di sisi lain, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik OKU, Taufiq Hidayat, S.Kom., M.M, didampingi Kasi PTK SMP Dr. Suci Cahyati, S.Pd., M.Or, memerinci bahwa kegiatan ini terbagi menjadi dua fokus utama dengan total 200 peserta.

Pertama, Bimtek Pembuatan Portofolio Digital yang diikuti 100 guru dan dipusatkan di SMPN 1 OKU. Program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam mewujudkan digitalisasi sekolah. Melalui bimtek ini, guru dilatih menyusun portofolio profesional secara digital sebagai bukti kinerja dan rekam jejak perkembangan karier mereka.

Kedua, Bimtek Coaching untuk Supervisi Akademik yang juga melibatkan 100 guru dan diselenggarakan di Gedung SKB Baturaja. Bimtek ini memberikan pendekatan yang dapat digunakan kepala sekolah untuk melakukan penilaian kinerja guru secara lebih sistematis, objektif, dan konstruktif.

“Dua kegiatan ini saling melengkapi. Portofolio digital membantu guru membangun rekam jejak profesional secara modern, sedangkan coaching supervisi akademik memperkuat kemampuan kepala sekolah dalam melakukan pembinaan yang berdampak pada peningkatan kinerja guru,” jelas Taufiq.

Melalui langkah terarah ini, Disdik OKU berharap transformasi digital pendidikan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terasa hingga ke ruang kelas. Dengan guru yang kompeten, berwawasan digital, dan memahami standar kinerja, dunia pendidikan OKU ditargetkan semakin siap menghadapi tantangan masa depan.(jpn)