Gas Program Prabowo, Bupati OKU Buka Beasiswa Kedokteran untuk Siswa Kurang Mampu

Lintasharian.com, Baturaja — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai tancap gas menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan tenaga dokter di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil yakni menyosialisasikan program beasiswa kedokteran bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di Bumi Sebimbing Sekundang.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Bupati OKU Teddy Meilwansyah yang sejak awal mencanangkan bantuan pendidikan kedokteran sebagai upaya jangka panjang mengatasi kekurangan tenaga medis. Pemkab OKU bahkan telah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta guna membuka akses pendidikan bagi putra-putri daerah.

Saat ini, tahapan sosialisasi tengah digencarkan kepada seluruh kepala sekolah SMA/sederajat di OKU. Langkah ini penting mengingat waktu seleksi yang cukup terbatas, dengan target penjaringan peserta untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi tersebut pada Juni mendatang.

Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa program bertajuk “Gapai Mimpi, Wujudkan Harapan Jadi Dokter” merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan nasional sekaligus peluang emas bagi generasi muda OKU.

“Pemkab OKU siap mendukung penuh percepatan pemenuhan dokter di Indonesia. Melalui program ini, kita ingin mencetak dokter-dokter baru yang berasal dari daerah sendiri,” ujarnya.

Melalui mekanisme yang telah disiapkan, pihak sekolah nantinya diminta mengusulkan siswa-siswi terbaik yang memenuhi kriteria, baik dari sisi akademik maupun kondisi ekonomi. Selanjutnya, berkas akan diverifikasi sebelum tim turun langsung melakukan seleksi lapangan hingga terpilih sekitar 20 peserta terbaik untuk melanjutkan pendidikan.

Bupati juga menegaskan bahwa proses seleksi akan berlangsung transparan tanpa celah praktik titipan atau KKN. Ia memastikan program ini benar-benar diperuntukkan bagi siswa yang layak dan berpotensi.

“Tidak ada ruang untuk titipan. Yang kami cari adalah anak-anak yang memang mampu secara akademik dan benar-benar membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Adapun syarat utama yang harus dipenuhi antara lain nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris, serta berasal dari keluarga kurang mampu. Peserta juga harus merupakan siswa kelas XII SMA/sederajat di OKU, memiliki prestasi, serta berdomisili minimal tiga tahun di wilayah tersebut.

Menariknya, mahasiswa yang dinyatakan lolos nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus pada tahun pertama kuliah. Pendampingan ini diberikan untuk membantu mereka beradaptasi dan mengejar ketertinggalan dengan mahasiswa dari daerah perkotaan.

Bupati berharap, melalui program ini kebutuhan dokter di OKU dapat terpenuhi di masa mendatang, sekaligus melahirkan tenaga medis yang memiliki ikatan kuat untuk mengabdi di daerah asal.

“Harapan kita sederhana, anak-anak OKU bisa menjadi dokter dan kembali mengabdi untuk masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Bupati turut didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab OKU, di antaranya Asisten I Indra Susanto SSos MAp, Asisten II Hasan HD, Asisten III H Romson Fitri, Kepala Dinas Pendidikan Kadarisman SAg MSi, Kepala Diskominfo Mirdaili SSTP MM, Kepala BKPSDM Nanang Nurjaman, Kepala Bapenda Priyatno Darmadi, serta Kepala Bepelitbangda Yoyin Arifianto. (*)