HUT ke-81 RI di SDN 3 OKU Meriah, Siswa dan Guru Adu Kekompakan

LintasHarian.com, Baturaja – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa meriah di SD Negeri 3 OKU. Tidak hanya diisi upacara bendera, peringatan kemerdekaan tahun ini juga dikemas melalui berbagai perlombaan yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6, bahkan para guru.

Beragam permainan disiapkan untuk membuat peringatan kemerdekaan lebih menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Namun, di balik keseruan tersebut, sekolah ingin menanamkan nilai nasionalisme, kekompakan, sportivitas, serta semangat belajar kepada para siswa.

Kepala SDN 3 OKU Nopriadi, S.Pd. mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya sekolah menyemarakkan HUT ke-81 RI. Selain perlombaan, sekolah juga melaksanakan upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Yang jelas kita ikut menyemarakkan HUT ke-81 RI. Kami juga melaksanakan upacara bendera. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa ikut merasakan dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” kata Nopriadi.
Ia menjelaskan, perlombaan dibagi menjadi tiga fase, yakni Fase A untuk kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, serta Fase C untuk kelas 5 dan 6.

Seluruh warga sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tak heran jika antusiasme peserta terlihat sejak perlombaan dimulai.

Berbagai permainan yang sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian, kecepatan dan kekompakan, membuat suasana sekolah semakin semarak.

“Antusias anak-anak sangat luar biasa. Mereka ceria dan penuh semangat. Guru juga tidak kalah semangat dengan siswa. Jadi, setiap lomba berlangsung cukup heboh dan menyenangkan,” ujarnya.

Dari Estafet Bendera hingga Balap Sarung

Untuk siswa kelas 1 dan 2, perlombaan digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026. Mereka mengikuti lomba estafet bendera secara berkelompok, balap kelereng secara individu, serta memasukkan paku ke dalam botol.

Setiap kelas menyiapkan satu regu putra dan satu regu putri untuk lomba estafet bendera, dengan masing-masing regu terdiri atas tiga peserta.

Selanjutnya, siswa kelas 3 dan 4 mengikuti perlombaan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Jenis perlombaan yang disiapkan yakni memindahkan karet menggunakan sedotan, balap sarung, serta memindahkan air menggunakan sendok.

Sementara itu, siswa kelas 5 dan 6 mendapat giliran pada Kamis, 20 Agustus 2026. Mereka beradu ketangkasan melalui lomba memindahkan tutup botol menggunakan sumpit, memindahkan dan menyusun kun, serta mengambil kaleng menggunakan karet.

Tidak hanya siswa, para guru juga ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. Dua perlombaan khusus guru disiapkan, yakni estafet air dan estafet sarung.

Tidak hanya siswa, para guru juga ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. (Foto : Lintasharian.com)

Menurut Nopriadi, berbagai permainan tersebut sengaja dikemas dengan konsep yang menyenangkan agar pesan kemerdekaan dapat diterima siswa melalui pengalaman langsung.

“Yang kita tanamkan kepada anak-anak adalah nasionalisme. Kita ingin mereka memahami bahwa kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan belajar dengan baik,” jelasnya.

Nuansa merah putih juga terlihat dari penampilan siswa ketika mengikuti perlombaan. Bagi sekolah, hal tersebut menjadi bagian dari cara menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak usia dini.

Menang Bukan Tujuan Utama
Nopriadi menegaskan, hasil perlombaan bukanlah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kemenangan seharusnya menjadi penyemangat, sementara siswa yang belum berhasil meraih juara tidak perlu merasa kecewa.

“Ini permainan. Kalau anak-anak belum berhasil dan belum juara, jangan berkecil hati. Bagi yang mendapatkan juara, selamat. Tetapi yang paling penting, anak-anak tetap semangat belajar,” tuturnya.

Ia berharap kegembiraan yang muncul selama rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dapat memberikan energi positif bagi siswa untuk terus berkembang, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.

“Dengan kita ceria dan semangat, semangat belajar itu akan tumbuh dengan sendirinya. Jadi, harapan kami setelah kegiatan ini anak-anak semakin kompak, semakin cinta Tanah Air dan tentunya semakin semangat belajar,” pungkasnya. (jpn)