Kebersihan di OKU Dapat Nilai Plus, TPA Masih Jadi Sorotan Tim Adipura

OKU98 Dilihat

Lintasharian.com – Tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU, Selasa (23/9), melakukan kunjungan mendadak ke SDN 11 OKU, Kecamatan Baturaja Timur.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi program Adipura, yang menilai kebersihan dan pengelolaan lingkungan di berbagai titik, mulai dari sekolah, rumah sakit, jalan raya, pasar, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Anggota tim penilai, Irfan Ramadiansyah, mengatakan pihaknya mengapresiasi lingkungan SDN 11 OKU yang dinilai cukup hijau dan bersih.

“Sekolah ini salah satu yang cukup baik dalam pengelolaan sampah dan penghijauan. Ini menjadi nilai plus bagi Kabupaten OKU,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian Adipura bukan sekadar menilai kebersihan, tetapi juga menilai kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami dari pusat mencoba menilai sejauh mana pemimpin daerah dan dinas terkait mendorong pengelolaan lingkungan yang baik. Hasil penilaian ini nantinya akan menentukan apakah sebuah kota masuk kategori kota bersih, sedang, atau sebaliknya,” jelasnya.

Irfan menyebut, meski pengelolaan limbah B3 dan IPAL di rumah sakit sudah baik, serta kebersihan sekolah memadai, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama pengelolaan sampah di TPA.

“Kami masih menemukan open dumping, padahal sistem itu sudah tidak diperbolehkan. Diperlukan inovasi pemanfaatan sampah agar lebih ramah lingkungan. Ini bukan hanya PR untuk OKU, tapi juga banyak kabupaten dan kota lain di Indonesia,” tegasnya.

Pose Bersama.

Ia menambahkan, penilaian dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, sehingga kondisi yang dinilai benar-benar sesuai fakta di lapangan.

“Kami ingin melihat kondisi apa adanya. Data dari kunjungan ini akan diolah di pusat dan hasilnya diumumkan akhir tahun depan oleh Menteri melalui berbagai media,” tambahnya.

Selain memberi catatan teknis, Irfan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat adalah kunci menciptakan kota yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 11 OKU, Hj. Maryani, S.Pd.SD., M.Pd., menyambut positif kunjungan tim penilai Adipura.

“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ini adalah hasil kerja keras guru, staf, dan siswa yang peduli lingkungan. Semoga menjadi motivasi bagi sekolah lain,” katanya.(*)