Lintasharian.com, Baturaja – Upaya memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar terus digencarkan. Kamis (26/2), tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar melakukan supervisi dan pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD) 2025 di SD Fransiskus Baturaja.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Supervisi dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi penguatan karakter yang telah dijalankan para siswa yang tergabung sebagai Sahabat Sekolah Dasar tahun 2025.
Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar Kemdikdasmen, Nastiyawati, menjelaskan bahwa Program SSD merupakan inisiatif untuk merekrut agen perubahan dari kalangan peserta didik sekolah dasar.
“Tahun 2025 lalu kami menjalankan Program Sahabat Sekolah Dasar, di mana peserta didik dipilih menjadi agen perubahan dalam implementasi penguatan pendidikan karakter di sekolah dengan melibatkan kepala sekolah dan guru,” ujarnya.
Menurutnya, dalam supervisi ini tim ingin memastikan program yang telah disusun benar-benar diimplementasikan melalui aksi nyata di satuan pendidikan. Selain evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi Program SSD 2026 bagi sekolah-sekolah yang belum mengikuti.
“Kami ingin melihat bagaimana program mereka berjalan, bagaimana penguatan karakter diterapkan. Sekaligus kami melakukan pendampingan dan sosialisasi untuk SSD 2026,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan unsur Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru, serta sekolah-sekolah di sekitar lokasi SSD 2025. Bahkan, Dinas Pendidikan diminta mengundang 10 sekolah terdekat untuk mendapatkan sosialisasi langsung terkait SSD 2026.
Secara nasional, program ini terbuka bagi seluruh sekolah dasar di Indonesia. Sosialisasi dan pembukaan pendaftaran SSD 2026 direncanakan berlangsung pada April hingga Mei mendatang.
Nastiyawati menegaskan, penguatan karakter menjadi prioritas kementerian, terutama melihat kondisi saat ini seperti kasus perundungan, baik verbal maupun fisik, hingga penggunaan gawai yang berlebihan sehingga berdampak pada optimalisasi belajar anak.
“Melalui SSD, anak-anak menjadi agen perubahan dan teladan bagi teman-temannya dalam penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ini bagian dari program prioritas penguatan karakter,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak sekolah dasar yang termotivasi mengikuti Program SSD 2026, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Kadarisman SAg MSi melalui Kabid PTK Tammeiri SH MM didampingi Kasi kurikulum dan penilaian SD Bobbi Rahmadi SE Par. M.Pd menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, kegiatan supervisi dan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan dasar, khususnya dalam memperkuat kapasitas satuan pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan implementasi kebijakan pendidikan nasional berjalan optimal di tingkat sekolah.
“Kami menyadari peningkatan mutu pendidikan memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap sekolah semakin kuat dalam manajemen dan tata kelola, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia pun berharap SD Fransiskus Baturaja dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan pendidikan dasar yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.(jpn)
