Kerja Keras Berbuah Sejarah, Coach Arya Antar Tim Tinju OKU Bersinar di Porprov Muba

OKU63 Dilihat

Lintasharian.com – Di balik gemuruh sorak dan dentuman tinju di Gedung Lumpatan, Musi Banyuasin, ada kisah tentang kerja keras, semangat, dan doa yang tak pernah padam.

Tim tinju Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil menorehkan sejarah baru di ajang Porprov XV Sumatera Selatan 2025. Di bawah asuhan pelatih muda Arya Adityo, tujuh petinju muda dari Bumi Sebimbing Sekundang pulang dengan kepala tegak — enam di antaranya menggenggam medali.

“Perasaan yo bangga, senang, karena kerja keras selama ini akhirnya berbuah hasil bagus, walau belum terlalu optimal,” ujar Arya, tersenyum bangga.

Bagi Arya, capaian ini bukan sekadar angka di papan skor. Ia tahu betul bagaimana anak-anak didiknya berjuang dari nol, di tengah segala keterbatasan. Sebagian besar dari mereka masih duduk di bangku SMA, SMK dan MA — pagi belajar, sore latihan, malam mengerjakan tugas.

“Perjuangan menuju Porprov Muba itu luar biasa. TC (training center) terbatas, waktu latihan sering bentrok dengan jam sekolah, belum lagi alat dan ring latihan yang seadanya,” kisahnya.

Namun keterbatasan itu justru membentuk karakter. Mereka belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.

Arya masih ingat bagaimana Sabrina Nur Fadhilah dan Aura Chantiqha Rizqillah, dua petinju muda andalannya, berlatih keras hingga akhirnya mempersembahkan dua medali emas bagi OKU.

“Dalam sejarah tinju OKU, baru kali ini kami berhasil meraih medali emas. Kuotanya sedikit, tapi hasilnya luar biasa. Dari tujuh yang dikirim, enam dapat medali,” katanya dengan nada haru.

Di sela kegembiraan itu, Arya juga tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi para atlet.

“Masih banyak yang harus dibenahi. Soal dukungan sekolah misalnya, belum semua memberi dispensasi. Saat bertanding, pelajaran pasti banyak tertinggal. Setelah Porprov pun, nasib pembinaan dan reward mereka belum jelas,” ungkapnya jujur.

Namun bagi Arya, semangat juang anak-anak itu sudah cukup menjadi alasan untuk terus bertahan. Ia percaya, masa depan tinju OKU masih panjang — asalkan ada perhatian dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Harapan saya, pelatih dan atlet bisa dapat perhatian lebih. Bukan cuma bonus uang, tapi juga kesempatan, misalnya beasiswa kuliah. Biar masa depan mereka jelas,” tuturnya.

Capaian dua emas, tiga perak, dan satu perunggu di Porprov XV Muba bukan sekadar hasil pertandingan, tapi juga kisah perjuangan tentang mimpi dan keyakinan.
Arya menutup dengan kalimat sederhana, tapi penuh makna:

“Pertandingan paling berkesan itu bukan cuma di atas ring. Tapi sejak pertama mereka mulai latihan, jatuh, bangun, dan akhirnya berdiri di podium. Itu yang bikin saya bangga,” ucap Arya.(jpn)