Lantik 52 Pejabat, Bupati Teddy Ungkap ‘Penyakit ASN: Jantung sampai Kudis’

OKU50 Dilihat

Lintasharian.com – Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sebanyak 52 pejabat Administrator dan Pengawas resmi dilantik Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (21/11/2025).

Perombakan ini tertuang dalam SK Bupati OKU Nomor 800.1.3.3/624/KPTS/XLII/III/2025 dan menjadi bagian dari penyegaran struktur agar roda pemerintahan berjalan lebih gesit dan efektif.

Dari puluhan nama yang dikukuhkan, beberapa wajah mencuri perhatian.
Yessy Oktariani SSTP MM yang sebelumnya menjabat Lurah Sukajadi kini dipercaya memimpin Kecamatan Sosoh Buay Rayap, menggantikan Dini Justini S.E., M.M., yang mendapat tugas baru sebagai Kabag Kerjasama Setda OKU.

Ada juga Hanom Setiawan S.T, eks Kabid Penelitian dan Pengembangan Bapelitbangda OKU, yang kini menempati posisi Sekretaris Bapelitbangda OKU.

Sementara itu, Dede Fernandez S.Sos., M.I.Kom., yang sebelumnya memegang jabatan Kabid Statistik Diskominfo OKU, naik menjadi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik menggantikan Yayan Canda Subidin S.T., M.Kom., yang geser ke kursi Kabid Aplikasi Informatika.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa mutasi adalah kebutuhan organisasi. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja lebih cepat, tepat, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Selamat bertugas. Jadikan jabatan ini sebagai amanah, bukan tujuan. Jangan kejar jabatan apalagi sampai menabrak aturan. Berusaha, bekerja baik, dan berdoa saja. Kalau sudah takdir, jabatan itu akan datang sendiri,” ucap Teddy.

Di hadapan pejabat yang hadir, Teddy juga menyinggung soal kedisiplinan ASN yang menurutnya mulai kendor. Ia bahkan menyentil dengan istilah “penyakit ASN”, seperti Jantung (Jarang Masuk Kantor tapi ngarep gaji), Kudis (Kurang Disiplin), hingga Ginjal (Gaji ingin naik, kerja lamban).

“Kami akan terapkan reward dan punishment yang lebih tegas. BKPSDM dan Kominfo, tolong perhatikan soal absensi. Kalau perlu, kita buat daftar pegawai teladan dan pegawai paling malas dan ditempel di depan kantor. Ini bukan untuk mempermalukan, tapi mendorong semangat kerja,” tegasnya.(*)