Lewat KKG RA Kartini, Guru di Ulu Ogan Diajarkan Adaptif dan Melek Teknologi

OKU, PENDIDIKAN85 Dilihat

Lintasharian.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) RA Kartini Kecamatan Ulu Ogan menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi tenaga pendidik, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh gabungan guru dari SDN 125, 126, 127, dan 128 OKU, melibatkan guru ASN, non-ASN, serta staf tenaga kependidikan.

Fokus utama kegiatan KKG kali ini adalah pengimbasan hasil kegiatan pengawas pada 9 Oktober lalu yang membahas tentang penerapan E-Kinerja dan pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan pendidikan dasar.

Ruly Gusmanto, S.Pd, M.Pd Ketua KKG, menjelaskan bahwa penerapan E-Kinerja tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau dulu penilaian dilakukan di akhir tahun, sekarang E-Kinerja dinilai setiap triwulan. Jadi, guru harus lebih aktif memperbarui data dan laporan kinerjanya,” jelas Ruli.

Langkah ini, lanjutnya, diharapkan membuat sistem penilaian lebih transparan dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kedisiplinan guru dalam pelaporan kinerja.

Selain E-Kinerja, guru juga dibekali pemahaman tentang pembelajaran mendalam (deep learning).
“Konsep ini menekankan agar guru tidak hanya mengajar, tetapi benar-benar memahami pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan murid dan dunia pendidikan saat ini,” kata Ruli.

Dalam pembaruan kurikulum terbaru, rapor siswa juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya memuat penilaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), kini diganti dengan kegiatan kokurikuler, yang penilaiannya disatukan dengan kegiatan intrakurikuler. “Jadi sekarang satu rapor mencakup keduanya, agar lebih ringkas dan relevan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, KKG RA Kartini juga menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan zaman dan teknologi. “Guru tidak boleh puas dengan kemampuan yang dimiliki sekarang. Dunia pendidikan terus berkembang, dan pemanfaatan teknologi seperti AI harus mulai dioptimalkan dalam proses belajar,” ujar Ruli.

Kegiatan ini juga menyoroti perlunya komunitas belajar (kombel) yang aktif dan berkelanjutan, serta optimalisasi kegiatan kokurikuler di sekolah. Keduanya menjadi bagian penting untuk membentuk kolaborasi antar guru serta mendukung karakter dan kreativitas peserta didik.

Ruli menuturkan, kegiatan KKG RA Kartini disambut dengan antusias oleh para guru.
“Respon peserta sangat luar biasa, mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Ini menjadi bukti semangat guru di Ulu Ogan untuk terus belajar dan beradaptasi,” tutupnya.(jpn)