Lintasharian.com, Baturaja – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kompetensi Guru PAI di SMPN 32 OKU. Kegiatan tersebut diikuti 45 guru PAI dari 10 wilayah kecamatan sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan peran guru dalam membentuk karakter murid.
Kegiatan ini mengangkat tema “Melalui Forum MGMP PAI Kita Wujudkan Pendidikan Berkarakter Menuju Transformasi Pembelajaran Berkualitas.”
Pembinaan tersebut mencakup guru PAI dari 10 wilayah kecamatan, yakni Baturaja Timur, Baturaja Barat, Lubuk Raja, Lubuk Batang, Sosoh Buay Rayap, Lengkiti, Semidang Aji, Pengandonan, Muara Jaya, dan Ulu Ogan.
Ketua MGMP PAI SMP OKU, Arena Aswari, S.Ag, mengatakan guru PAI memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter murid.
Menurutnya, guru PAI harus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Sebab, guru merupakan sosok yang menjadi teladan bagi murid, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Guru PAI harus memiliki akhlak yang baik karena guru adalah teladan bagi muridnya. Tugas kita bukan hanya mengajar, tetapi juga memastikan murid memiliki akhlak mulia, sopan, santun, bermoral dan beretika,” ujar Arena.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik murid. Pendidikan juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus nilai keagamaan dan karakter yang baik.
Arena juga mengingatkan para guru PAI untuk menjaga nama baik satuan pendidikan tempat bertugas serta membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya.
“Guru PAI juga harus bisa berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain untuk memajukan satuan pendidikan tempat kita mengabdi,” katanya.
Ia menilai sekolah bukan sekadar tempat bekerja untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbuat kebaikan dan mengamalkan ilmu.
Menurut Arena, mengajarkan murid yang sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an atau melaksanakan salat hingga akhirnya memahami dan mampu melakukannya merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang mengalir pahalanya sampai kita meninggal dunia.
Sementara itu, Pengawas Pembina Kementerian Agama, Hj. Darmini, M.Pd.I, dalam pembinaannya menekankan pentingnya profesionalisme, keikhlasan dan kesabaran guru dalam menjalankan tugas.
Guru PAI, kata dia, harus mampu menghadapi berbagai karakter murid, termasuk murid yang sangat aktif, dengan tetap mengedepankan kesabaran dan pendekatan yang mendidik.
Selain persoalan pembelajaran, Darmini juga mengingatkan guru agar mampu mengelola kondisi ekonomi keluarga secara bijak. Menurutnya, gaya hidup yang berlebihan demi memenuhi gengsi dapat menimbulkan persoalan keuangan, termasuk terjerat utang kepada rentenir.
“Jangan sampai persoalan ekonomi rumah tangga mengganggu tugas sebagai guru. Kita harus bisa mengatur ekonomi dengan baik dan tidak memaksakan gaya hidup hanya demi gengsi,” pesannya.
Ia berharap guru PAI tetap menjaga nama baik sekolah dan menjalankan tugas secara profesional sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi murid dan lingkungan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 32 OKU, Alna Royani, M.Pd, turut mengapresiasi pelaksanaan pembinaan tersebut. Menurutnya, forum MGMP menjadi ruang penting bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam proses pembelajaran.
“Pembinaan seperti ini sangat penting bagi guru PAI, karena selain meningkatkan kompetensi, kita juga diingatkan kembali bahwa tugas guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi bagaimana menjadi teladan dan membentuk karakter murid. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Alna.
Melalui kegiatan tersebut, MGMP PAI SMP OKU diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi antar-guru, tetapi juga menjadi ruang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat peran guru PAI dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter dan berakhlak mulia. (jpn)
