Lintasharian.com, Baturaja – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 3 OKU berlangsung semarak. Tak hanya diisi tausyiah, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para murid untuk tampil sekaligus belajar mengenal keteladanan Rasulullah SAW.
Kegiatan yang digelar di ruang kelas SDN 3 OKU, Jumat (28/8), diikuti guru dan murid kelas 4, 5, dan 6. Sejumlah penampilan bernuansa Islami turut mengisi rangkaian acara, mulai dari tari kreasi Islami, sholawat Nabi, pembacaan ayat suci Alquran, hingga ceramah singkat yang disampaikan murid.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum memasuki sesi tausyiah yang disampaikan Ustadz Sutarno, S.Pd.
Kepala SDN 3 OKU Nopriadi, S.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan kecintaan murid kepada Rasulullah SAW sekaligus mengenalkan nilai-nilai keteladanan sejak dini.
“Alhamdulillah, kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan SDN 3 OKU berjalan lancar sesuai rencana. Tujuannya menumbuhkan cinta dan memberikan pengetahuan kepada para murid terkait keteladanan Nabi Muhammad SAW,” ujar Nopriadi.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di sekolah.
“Karena Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dengan mengajarkan keteladanan sejak dini, insya Allah para murid bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah, berjiwa sosial tinggi, serta bertutur kata yang santun sesuai dengan Alquran dan Hadis,” tambahnya.
Sementara itu, Ustadz Sutarno dalam tausyiahnya mengajak para murid tidak hanya mengenal sosok Rasulullah SAW, tetapi juga memahami ajaran yang dibawa dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW diutus untuk menyampaikan perintah Allah SWT sekaligus mengajarkan umat agar menjauhi segala sesuatu yang dilarang.
“Nabi diutus di dunia untuk menyampaikan apa yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah kunci kehidupan. Agama mengatur semuanya agar kehidupan berjalan seimbang,” jelasnya.

Sutarno kemudian mengingatkan bahwa menerapkan ajaran agama dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Ia berpesan agar murid membiasakan adab dan sunah dalam aktivitas sehari-hari, seperti ketika masuk dan keluar kamar mandi, sebelum tidur, serta berbagai kebiasaan baik lainnya.
“Adab-adab itu menjadi salah satu bekal untuk membentuk generasi terbaik. Bukan sekadar hafalan ketika masih di TK, tetapi harus dipraktikkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Melalui peringatan Maulid Nabi tersebut, SDN 3 OKU berharap kegiatan keagamaan dapat memberikan pengalaman positif bagi murid. Tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong mereka untuk mengenal, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam keseharian. (jpn)
