PEP Adera Field Menemukan Sumur Minyak Baru, Potensi Aliran Awal 3.442 BOPD

NASIONAL79 Dilihat

Lintasharian.com, Prabumulih – Kabar baik datang dari sektor hulu migas di Sumatera Selatan. PT Pertamina EP (PEP) Adera Field berhasil menemukan sumur minyak baru dengan potensi aliran awal yang tergolong signifikan, mencapai ribuan barel per hari.

Sumur yang diberi nama ABB-143 (U1) itu menunjukkan performa menjanjikan setelah dilakukan uji alir pada akhir Desember 2025. Dalam pengujian berdurasi dua jam, sumur tersebut mampu mengalirkan minyak secara alami dengan potensi mencapai 3.442 barel minyak per hari (BOPD).

Uji alir awal ini dilakukan untuk melihat kemampuan maksimum sumur dalam mengalirkan minyak tanpa bantuan peralatan tambahan. Meski belum mencerminkan angka produksi harian jangka panjang, hasil tersebut menjadi indikator penting bagi karakteristik reservoir di area Adera.

Usai proses pembersihan sumur rampung, PEP Adera Field melanjutkan tahapan lanjutan berupa multi rate test. Pengujian ini bertujuan menentukan laju produksi paling optimal sekaligus mengukur rasio gas dan minyak serta kandungan air yang ikut terbawa dalam aliran produksi.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa data hasil pengujian tersebut akan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan reservoir secara berkelanjutan.

“Pada skenario operasi tertentu, sumur ABB-143 (U1) diperkirakan dapat menyumbang tambahan produksi sekitar 458 barel minyak per hari, dengan potensi total perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) sekitar 750 ribu barel minyak,” ujarnya.

Perkiraan tersebut diperoleh dengan membandingkan kinerja sumur baru dengan sumur referensi yang telah lebih dulu berproduksi pada lapisan batuan dan area yang sama.

Menurut Djudjuwanto, keberhasilan pengeboran sumur ABB-143 (U1) tidak lepas dari pemanfaatan data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada 2023. Integrasi data tersebut dikombinasikan dengan kajian mendalam lintas disiplin oleh tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP).

“Pendekatan ini membuat pemetaan reservoir menjadi jauh lebih presisi, sehingga risiko pengeboran dapat ditekan dan peluang keberhasilan meningkat,” jelasnya.

Penemuan sumur minyak baru ini menjadi modal penting bagi PEP Adera Field untuk mendongkrak kinerja produksi migas sepanjang 2026. Selain itu, capaian ini turut mendukung upaya pemerintah dalam merealisasikan target lifting minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari.

“Inovasi teknologi dan strategi eksplorasi yang adaptif terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkas Djudjuwanto.(*)