PHE Perkuat Pemahaman Wartawan soal Hulu Migas melalui KUPAT LIMAS Zona 4

NASIONAL40 Dilihat

Palembang, Lintasharian.com
Upaya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat literasi migas bagi insan pers kembali digelar lewat program Kupas Tuntas Industri Hulu Migas atau KUPAT LIMAS. Kegiatan yang berlangsung Kamis (4/12) di The Excelton Hotel Palembang ini menjadi ruang dialog antara perusahaan dan wartawan, diikuti puluhan jurnalis dari wilayah operasi Lapangan Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai (OKRT).

Sejak diperkenalkan pada Mei 2025, KUPAT LIMAS telah berkeliling ke berbagai lapangan operasi—mulai Adera, Prabumulih, Limau, hingga Pendopo—dengan satu misi: membangun pemahaman publik tentang proses hulu migas melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Superintendent Ramba Field, Sonny Ardhiansyah, yang hadir mewakili Senior Manager PEP Ramba Field, menegaskan komitmen Pertamina untuk terus tampil sebagai perusahaan hulu migas nasional yang berdaya saing global. Menurutnya, hubungan yang solid dengan media merupakan bagian penting dari transparansi dan penguatan kepercayaan masyarakat.

“Kita ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata. Media adalah mitra kami, dan lewat pemahaman yang baik, kerja sama ke depan akan semakin kuat,” ujar Sonny.

Melalui KUPAT LIMAS, PHR Zona 4 ingin membuka ruang komunikasi dua arah dengan wartawan di sekitar area operasi. Edukasi teknis terkait asal-usul migas, alur produksi, hingga aspek keselamatan di fasilitas migas menjadi fokus utama agar jurnalis dapat menyajikan informasi yang tepat kepada publik.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan paparan mengenai Pengenalan Energi Fosil dari Nurcahya, Petroleum Engineering Ramba Field. Kemudian, materi Keamanan dan Keselamatan di Area Migas (HSSE Operation) disampaikan oleh Dumadi Ferianto, Superintendent Ogan Komering Field.

Wartawan Palembang Ekspres, Firdaus Syafar, mengapresiasi langkah edukatif PHE yang disebutnya sangat membantu insan pers memahami dinamika industri migas yang kerap dianggap rumit.

“Kegiatan ini sangat baik, khususnya bagi kawan-kawan di Muba. Harapannya program seperti ini bisa diagendakan rutin setiap tahun dengan pemateri yang kompeten, termasuk materi terkait dunia jurnalistik,” ujarnya.

Dengan berbagai sesi dan diskusi terbuka, KUPAT LIMAS kembali menjadi ruang kolaborasi untuk mempererat hubungan Pertamina dan media, sekaligus memperluas wawasan jurnalis dalam peliputan sektor hulu migas.(*)