Rentak Pinggan, Tarian Khas OKU yang Curi Perhatian di Festival Danau Ranau XXIV

NASIONAL54 Dilihat

Lintasharian.com, Muaradua — Panggung Gala Dinner penutupan Festival Danau Ranau XXIV dan pembukaan rangkaian Sriwijaya Grand Fondo (SGF) ke-7 berubah meriah saat Tari Rentak Pinggan dari Kabupaten OKU tampil memukau di Ranau Icon, Banding Agung, Jumat (14/11). Penampilan anak-anak OKU itu sukses mencuri perhatian para tamu penting yang hadir.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd yang ikut hadir, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut atraksi budaya yang dibawakan di bawah pembinaan Ketua TP PKK OKU Hj Zwesty Karenia Teddy itu bukan hanya menghibur, tetapi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni OKU ke panggung yang lebih luas.

“Sangat membanggakan. Tari Rentak Pinggan ini membawa nama OKU dan menjadi bukti bahwa daerah kita kaya akan seni dan budaya,” ujar Teddy. Ia berharap momentum tersebut menjadi jalan bagi kesenian tradisional OKU untuk semakin dikenal masyarakat luas.

Acara bergengsi ini turut dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru, Plt Kepala Disbudpar Sumsel Panjdi Tjahyanto, serta sejumlah pejabat lainnya. Dari Kabupaten OKU, tampak mendampingi Bupati, Asisten III H Romson Fitri, Kadisdik OKU Kadarisman, Kadinkop UKM Tommy, Plt Kadis PUPR Fajar, hingga Dirut Perumda Tirta Raja Bertho Darmo Pudjo Asmanto.

Gubernur H Herman Deru mengatakan Festival Danau Ranau dan Sriwijaya Grand Fondo merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan. Selain menjadi kebanggaan warga Sumsel, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi daerah-daerah untuk menampilkan identitas budaya masing-masing.

“Danau Ranau adalah kebanggaan kita semua. Festival ini wadah bagi masyarakat untuk menampilkan keseniannya, sementara Grand Fondo diikuti ribuan peserta, bahkan dari luar Sumsel,” tutur Deru.

Festival Danau Ranau XXIV dan SGF ke-7 tahun ini kembali menegaskan posisi Ranau sebagai ikon pariwisata Sumsel sekaligus panggung besar bagi daerah-daerah untuk memperkenalkan seni budayanya.(*)