Lintasharian.com – Siapa sangka, seorang petani di Ogan Komering Ulu (OKU) tega menodong sopir truk batubara hanya demi uang receh. Peristiwa menegangkan ini terjadi di pinggir Jalan Lintas Sumatera, Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kamis malam (10/7/25) sekitar pukul 22.00 WIB.
Pelaku diketahui bernama Suryadi (44), warga setempat. Bukannya menghabiskan malam di rumah, pria ini malah beraksi bak preman jalanan. Dengan pisau di pinggang, ia menghentikan truk yang melintas dan memaksa sopir menyerahkan uang.
Namun nahas, aksinya keburu dipergoki Tim Resmob Singa Ogan Polres OKU yang sedang patroli rutin. Patroli itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres OKU bersama Kanit Pidum, menindaklanjuti laporan warga melalui aplikasi Banpol tentang maraknya pungli di jalur angkutan batubara.
“Kami mendapat informasi ada sekelompok orang menyetop truk dan meminta uang. Saat kami lakukan penyergapan, satu pelaku berhasil diamankan. Dari hasil penggeledahan ditemukan sebilah pisau dan uang hasil pungli,” ungkap Kasi Humas Polres OKU AKP Ibnu Holdon, Jumat (11/7/25).
Dari tangan pelaku, polisi menyita pisau tajam sepanjang 25 cm bersarung kayu cokelat, uang Rp2.000,- hasil pungli, dan satu senter merk Police warna hitam.
Kini, Suryadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa hak.
“Kami terus mengembangkan kasus ini untuk memburu pelaku lain yang terlibat. Ini komitmen kami menjaga jalur strategis di OKU tetap aman dari pungli dan aksi premanisme,” tegas AKP Ibnu Holdon.
Petani yang berubah menjadi ‘preman’ malam itu hanya bisa tertunduk saat digelandang ke Mapolres OKU.(*)
