Lintasharian.com – MPLS di SMAN 1 OKU tahun ini terasa berbeda dan lebih bermakna. Mengusung tema ‘MPLS Ramah’, sekolah memastikan seluruh siswa baru disambut hangat tanpa praktik perploncoan.
Kepala SMAN 1 OKU, Anwar, S.Pd., MM, mengatakan MPLS yang digelar selama 5 hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2025, dirancang dengan pendekatan berpusat pada siswa agar proses adaptasi berjalan lancar dan menyenangkan.

Berbagai materi penting diberikan, di antaranya pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar efektif, kegiatan intra dan ekstrakurikuler, anti-bullying, empat pilar kebangsaan, kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan anak, hingga sosialisasi bahaya NAPZA dan judi online.
“Kami ingin siswa baru merasa nyaman, aman, dan semua kegiatan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Perta Rika, S.Pd., MM, didampingi Pembina OSIS, Aning Sriwijayanti, S.Pd, menjelaskan MPLS dilaksanakan sesuai juknis.
“Kegiatan ini meliputi pengenalan panduan MPLS Ramah, penyusunan materi yang tepat, integrasi sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPKSP), melibatkan seluruh warga sekolah dan komite, serta pengawasan ketat selama pelaksanaan,” jelasnya.

Menariknya, selain diisi oleh guru SMAN 1 OKU, materi MPLS juga disampaikan oleh pemateri dari pihak luar seperti Polres OKU, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), BPBD, dan BKKBN, sesuai bidangnya masing-masing.
Untuk OSIS, peran mereka lebih kepada membantu pelaksanaan dan keterlibatan teknis dengan pendampingan guru, tanpa memberikan materi kepada siswa baru.

Konsep MPLS tahun ini juga menekankan pengenalan guru, karyawan, dan lingkungan sekolah serta asesmen literasi dan numerasi guna memetakan kemampuan awal siswa.
Aning berharap, setelah MPLS, siswa baru mampu beradaptasi dengan baik, membangun hubungan positif, meningkatkan percaya diri, dan menjadi bagian dari komunitas sekolah yang hebat.

“Dengan MPLS Ramah ini, siswa baru merasa diterima sebagai keluarga besar SMAN 1 OKU tanpa rasa takut,” pungkasnya. (jpn)
