Tak Sekadar Ambil Rapor, SMA Negeri 4 OKU Perkuat Peran Orang Tua Lewat GEMAR

OKU, PENDIDIKAN85 Dilihat

Lintasharian.com – SMA Negeri 4 Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar pembagian rapor Semester I Tahun Pelajaran 2025/2026, Jumat (19/12/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Gerakan Ayah Ambil Rapor (GEMAR), sebuah program nasional yang mendorong keterlibatan ayah atau figur pengganti ayah dalam pendidikan anak.

Program GEMAR menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat sinergi dengan orang tua, khususnya dalam memantau perkembangan akademik dan pembentukan karakter peserta didik sejak awal menempuh pendidikan di jenjang SMA.

Kepala SMA Negeri 4 OKU, Hj. Jumiati, S.Pd., M.M., mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran pemerintah daerah bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak.

“Melalui pertemuan langsung ini, orang tua mendapatkan informasi yang akurat mengenai capaian, kehadiran, serta kendala belajar siswa selama enam bulan terakhir. Komunikasi antara wali kelas dan orang tua adalah kunci keberhasilan pendidikan,” ujar Jumiati.

Sebelum pembagian rapor, para orang tua siswa kelas X terlebih dahulu dikumpulkan di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan wali kelas dan guru, sekaligus membangun komunikasi yang selama ini belum terjalin optimal.

“Hari ini kami mengumpulkan orang tua atau wali siswa kelas X. Bisa jadi selama satu semester ini ada yang belum mengenal wali kelas, guru, bahkan belum tergabung dalam grup komunikasi orang tua. Jumlah siswa kelas X sendiri sebanyak 252 orang,” jelasnya.

Jumiati menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah meluangkan waktu hadir ke sekolah. Meski program GEMAR mengutamakan kehadiran ayah, pihak sekolah tetap bersikap fleksibel.

“Sesuai arahan memang dianjurkan ayah yang mengambil rapor. Namun kami tidak bisa memaksakan. Yang terpenting adalah kehadiran orang tua, baik ayah maupun ibu, agar kami bisa menyampaikan perkembangan pembelajaran anak-anak selama satu semester ini,” ungkapnya.

Menurut Jumiati, siswa kelas X masih berada pada masa adaptasi awal di lingkungan SMA. Karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kehadiran, kedisiplinan, maupun prestasi di semester berikutnya.

“Kami berharap ada bimbingan dan kerja sama yang kuat antara orang tua dan sekolah. Guru dan orang tua sama-sama memfasilitasi, tetapi perubahan dan peningkatan itu harus dimulai dari diri siswa sendiri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial karena waktu siswa lebih banyak dihabiskan di rumah dibandingkan di sekolah.

“Pengawasan orang tua sangat penting. Selama ini ketika ada kendala, sering kali sekolah yang disalahkan. Karena itu kami mengundang orang tua agar bisa berkomunikasi, mengetahui kegiatan sekolah, serta bersama-sama membimbing anak-anak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumiati berpesan agar para siswa mencermati hasil rapor, melakukan evaluasi, dan menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi pada semester selanjutnya.

Pengambilan rapor dilakukan secara bertahap. Untuk siswa kelas X, rapor diambil langsung oleh orang tua atau wali, sedangkan siswa kelas XI dan XII mengambil rapor secara mandiri. Kebijakan ini diterapkan guna menghindari kepadatan dan kemacetan di lingkungan sekolah apabila seluruh orang tua hadir secara bersamaan. (jpn)