Lintasharian.com – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus diperkuat. Dinas Pendidikan OKU resmi melepas 15 peserta yang terdiri dari 1 Penilik Disdik OKU dan 14 tutor dari SKB serta PKBM untuk mengikuti Studi Laboratorium Pendidikan Nonformal (PNF) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pelepasan dilakukan pada Senin (1/12).
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si., melalui Sekretaris Disdik OKU, Subri, S.Pd., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan PNF yang harus terus diperbarui sesuai kebutuhan zaman. “Tutor bukan sekadar pengajar, tetapi agen perubahan. Kami ingin sepulang dari UNY, para tutor membawa pulang praktik-praktik terbaik yang bisa diterapkan di OKU,” ujarnya.
Program studi laboratorium yang berlangsung pada 1–7 Desember 2025 itu dirancang dengan tujuan meningkatkan kompetensi profesional tutor dalam penyelenggaraan pembelajaran, pengelolaan program, serta inovasi layanan pendidikan nonformal. Para peserta akan memperluas wawasan tentang implementasi PNF, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di lembaga masyarakat, dan sekaligus mengadaptasi best practice yang relevan dengan kondisi lembaga asal mereka.
Secara khusus, kegiatan ini dibagi dalam dua bentuk studi. Di dalam kampus UNY, peserta akan mengamati langsung model layanan PNF yang dikembangkan oleh Laboratorium PNF UNY, mempelajari penyusunan kurikulum, modul, RPP berbasis PNF, meningkatkan keterampilan pedagogik seperti fasilitasi, asesmen kebutuhan belajar, micro teaching, hingga evaluasi hasil belajar. Mereka juga akan mendalami administrasi program, sistem pendataan, monitoring, pelaporan akademik, serta mengidentifikasi inovasi kampus terkait literasi, vokasi, pemberdayaan komunitas, dan pendidikan masyarakat.
Sementara itu, studi luar kampus memberi kesempatan peserta untuk terjun langsung mengamati implementasi PNF di lembaga mitra, seperti PKBM, LKP, sanggar, PAUD, panti sosial, hingga lembaga pemberdayaan masyarakat. Peserta akan mempelajari manajemen kelembagaan, karakter warga belajar, tantangan penyelenggaraan PNF, serta mengadopsi metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial lapangan. Studi ini juga diharapkan memperluas jaringan kerja antara tutor, lembaga PNF, dan UNY sebagai pusat pengembangan kompetensi.
Kasi PTK SMP Disdik OKU, Dr. Suci Cahyati, S.Pd., M.Or., yang turut hadir dalam pelepasan, menyambut baik program ini. Ia menilai, kualitas PNF tidak boleh dipandang sebelah mata dan justru menjadi jalur pendidikan yang strategis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan alternatif.
“PNF harus dikelola profesional. Tutor dituntut memahami dinamika warga belajar, mampu beradaptasi dengan tantangan lapangan, dan siap menciptakan pembelajaran yang relevan. Studi ini adalah pintu penting ke arah itu,” tegasnya.
Dinas Pendidikan OKU berharap, sepulang dari UNY, para tutor mampu menerapkan model pembelajaran yang lebih efektif, mengembangkan modul pelatihan, serta meningkatkan mutu layanan PNF di lembaga masing-masing. Selain itu, terbentuknya jejaring kerja berkelanjutan dengan UNY diharapkan menjadi modal penting memperkuat posisi PNF sebagai pendidikan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Dengan langkah ini, Disdik OKU optimistis pendidikan nonformal bukan hanya menjadi alternatif, tetapi juga solusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat yang tidak terjangkau jalur pendidikan formal.(jpn)
