Unik! Siswa SMP Xaverius Jahit 80 Bendera Merah Putih Sambut RI-80

OKU, PENDIDIKAN423 Dilihat

Lintasharian.com – SMP Xaverius Baturaja punya cara unik merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Bukan sekadar upacara atau lomba, ratusan siswa justru kompak menjahit sendiri 80 pasang bendera Merah Putih.

Gagasan kreatif ini lahir dari Yuliantoro, S.S., guru Pendidikan Pancasila yang juga koordinator kegiatan. Menurutnya, bendera bukan hanya simbol negara, tetapi juga warisan luhur yang harus dihargai dengan kerja nyata.

“Lewat menjahit bendera, anak-anak bisa langsung merasakan prosesnya. Jadi, mereka tidak hanya tahu maknanya, tapi juga lebih menghargai pengorbanan para pahlawan,” jelasnya.

Jumlah 80 bendera dipilih bukan tanpa alasan. Angka tersebut merepresentasikan usia Republik Indonesia yang tepat 80 tahun pada 2025.

Proses pembuatan pun sepenuhnya manual. Setiap tiga siswa bertanggung jawab menyelesaikan satu bendera dengan jarum dan benang. Sementara guru, staf, dan wali kelas ikut membantu memotong kain serta menyiapkan pita merah putih sebagai tali pengikat.

Sejak kegiatan dimulai, suasana penuh semangat terlihat di ruang kelas. Para siswa bekerja berkelompok, berbagi tugas, hingga saling membantu teman yang kesulitan.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka bukan hanya belajar keterampilan menjahit, tapi juga nilai kebersamaan dan gotong royong,” ungkap Kepala SMP Xaverius Baturaja, Octavianus Radja Putra, ST.

Octavianus menegaskan, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan karakter cinta tanah air. Dengan menjahit bendera, siswa belajar menghargai simbol negara, memahami sejarah, sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga kehormatan Merah Putih.

“Harapannya, anak-anak bisa menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Mereka harus mampu menularkan semangat nasionalisme di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari Lurah Pasar Baru, Yohanes P. Lumban Gaol, S.STP. Ia menilai kreativitas siswa Xaverius patut menjadi inspirasi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat adik-adik Xaverius. Harapan kami, semangat ini bisa menjadi pendorong dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari. Teruslah berjuang meraih cita-cita meski banyak rintangan. Saya percaya, kalian bisa menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” pungkasnya.(jpn)