Lintasharian.com – Upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan dan Implementasi Analisis Standar Belanja (ASB) berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), yang diikuti langsung jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tak sekadar seremoni. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, hadir langsung bersama 24 peserta dari 10 OPD sebagai bentuk keseriusan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pengelolaan keuangan.
Langkah ini diambil untuk mendorong perbaikan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan, efektif, dan akuntabel.
Adapun peserta terdiri dari 15 laki-laki dan 9 perempuan. Mereka berasal dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Sekretariat Daerah, Inspektorat, Dinas PUPR, Dinas Perkim, BKPSDM, Bapenda, RSUD, Dinas Kominfo, hingga Dinas Perpustakaan. BKAD menjadi peserta terbanyak dengan delapan orang, disusul Setda dan Inspektorat masing-masing tiga orang.
Dalam sambutannya, Bupati Teddy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bimtek yang secara khusus mengakomodir satu kelas untuk Pemkab OKU. Ia mengaku terkesan dengan proses persiapan yang berlangsung cepat, kurang dari sepekan hingga kegiatan dapat dilaksanakan.
“Kami menyadari ini bukan hal yang mudah. Bahkan ada agenda dengan daerah lain yang harus dijadwal ulang demi terlaksananya bimtek untuk OKU,” ujarnya.
Bupati menegaskan, penyusunan Analisis Standar Belanja merupakan fondasi penting dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Dengan ASB yang tepat, setiap OPD diharapkan lebih mudah dan tertib dalam menyusun administrasi belanja sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga memberi penekanan khusus kepada BKAD sebagai leading sector penyusunan ASB. Setelah bimtek selesai, BKAD diminta segera membentuk tim kerja dan memperkuat koordinasi dengan OPD teknis agar hasil pelatihan tidak berhenti pada teori semata.
“Ilmu yang didapat harus langsung diterapkan. Kita ingin perencanaan dan pembangunan daerah berjalan lebih terarah, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab OKU menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, dimulai dari penguatan kapasitas aparatur di bidang keuangan daerah.(*)
