Bupati OKU Tancap Gas di 2026, OPD Diminta Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

OKU77 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) langsung tancap gas di awal tahun anggaran 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tidak lagi bekerja biasa-biasa saja, melainkan fokus pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., saat penandatanganan Perjanjian Kinerja OPD dan kecamatan se-Kabupaten OKU yang dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Kegiatan berlangsung di ruang induk Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (26/1/2026).

Bupati Teddy menekankan, perjanjian kinerja bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan utama dalam membangun pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap OPD dan kecamatan wajib menjalankan program kerja yang terukur, tepat sasaran, serta selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten OKU. Tahun 2026, kata Teddy, harus menjadi momentum untuk mengejar prestasi melalui inovasi dan terobosan.

“Saya minta seluruh OPD benar-benar meningkatkan kinerja dan pelayanan. Tahun 2026 bukan waktunya stagnan, tapi saatnya OKU bergerak lebih cepat dan semakin terdepan,” tegasnya.

Selain perjanjian kinerja, penandatanganan komitmen bersama terhadap LPPD juga menjadi penanda keseriusan Pemkab OKU dalam menyusun laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang akurat, tepat waktu, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Bupati Teddy optimistis, dengan komitmen yang kuat dari seluruh perangkat daerah, tata kelola pemerintahan di OKU akan semakin bersih, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Ia juga memberikan contoh konkret peningkatan pelayanan, salah satunya di sektor infrastruktur. OPD teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum, diminta turun langsung ke lapangan untuk memetakan kerusakan jalan yang banyak dikeluhkan warga.

“Bila perlu bentuk tim dan bagi zona pengecekan agar masalah di lapangan cepat teratasi. OPD lain juga harus berani membuat inovasi dan terobosan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.(*)