Lintasharian.com, Baturaja – Regenerasi kepemimpinan pelajar kembali bergulir di SMP Xaverius Baturaja. Pengurus OSISKA (Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik) periode 2026-2027 resmi dilantik dalam upacara yang digelar di lapangan sekolah, Senin (16/2) pagi.
Pelantikan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 09.00 WIB itu menjadi momentum penting bagi estafet kepemimpinan siswa. Kepala sekolah menegaskan, prosesi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengukuhan resmi berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah yang mengandung tanggung jawab besar untuk satu tahun ke depan.
“Pelantikan ini adalah langkah strategis dalam proses regenerasi kepemimpinan di sekolah. Bukan hanya simbolis, tetapi amanah yang menuntut dedikasi, integritas, dan komitmen menjalankan program kerja secara konsisten,” tegas Kepala SMP Xaverius Baturaja, Octavianus Radja Putra ST.
Pemilihan ketua dan wakil ketua OSISKA sebelumnya digelar secara langsung dan demokratis pada 6 Februari 2026 di aula sekolah. Proses tersebut menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Suara Demokrasi dengan tajuk pendidikan politik dan simulasi politik.

Dua pasangan kandidat maju dalam kontestasi tersebut. Kandidat pertama yakni Gregorya Stefana Dea Vebiola (VIII A) berpasangan dengan Made Devina Putri (VIII C). Sementara kandidat kedua adalah Paulus Diosan Gogi Kurniawan (VIII C) bersama Lionel Pietersen (VIII A).
Hasil pemungutan suara menetapkan pasangan Gregorya–Made sebagai ketua dan wakil ketua OSISKA terpilih periode 2026-2027.
Sebelum resmi dilantik, para pengurus juga telah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada 10-12 Februari dan 15 Februari 2026 sebagai bekal menjalankan roda organisasi.
Radja Putra menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSISKA periode 2025-2026 atas dedikasi yang telah diberikan.
“Terima kasih atas pelayanan dan pengabdian yang sudah dilakukan. Jadikan pengalaman organisasi ini sebagai pijakan untuk berkembang lebih jauh dan menjadi pelopor kebaikan di jenjang berikutnya,” ujarnya.

Kepada pengurus baru, ia berpesan agar terus belajar dari pengalaman kepengurusan sebelumnya dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.
Menurutnya, OSISKA memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan siswa. Organisasi ini juga menjadi jembatan aspirasi antara siswa dan pihak sekolah, sekaligus motor penggerak inovasi, kreativitas, serta kegiatan positif yang memperkuat iman, keterampilan, dan semangat kebangsaan.
“OSISKA adalah ujung tombak sekolah. Mereka bukan hanya pelaksana program, tetapi agen perubahan yang membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bermakna, dan berdaya saing,” tandasnya.(jpn)
