Kadisdik OKU: Guru Agama Jadi Kunci Pembentukan Akhlak Generasi Muda

PENDIDIKAN34 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Komitmen dalam membentuk generasi berakhlak mulia kembali ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kadarisman S.Ag., M.Si. Ia menilai guru Pendidikan Agama memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai moral dan etika di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD se-Kabupaten OKU, yang digelar bersama Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan OKU di Aula Kantor Kemenag OKU, Rabu (8/4/2026).

Mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Bersinergi untuk GPAI Hebat dan Bermartabat”, kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag OKU Dr. H. Muhammad Ali S.Ag., M.Pd.I, Kasubbag TU H. Fahrul Amin M.Pd.I, Ketua KKG PAI SD Suja’i S.Ag., M.Pd.I, serta jajaran pejabat di lingkungan Kemenag OKU. Turut mendampingi Kadisdik, Kabid PTK Disdik OKU, Tammeiri, S.H., M.M. dan Kasi PTK SD Disdik OKU, Sahri, S.E., M.Pd.

Dalam sambutannya, Kadarisman menegaskan bahwa guru agama bukan hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga menjadi panutan di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan guru agama sangat menentukan karakter generasi muda ke depan.

“Guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak dan kepribadian siswa. Mereka juga kerap menjadi rujukan dan teladan di lingkungan sosial,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten OKU melalui kepemimpinan Bupati H Teddy Meilwansyah dan Wakil Bupati H Marjito Bachri terus mendorong penguatan kolaborasi dengan para guru PAI, baik di tingkat daerah maupun pusat. Hal ini sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan.

Selain itu, Kadarisman menegaskan bahwa pendidikan agama merupakan hak setiap peserta didik yang wajib dipenuhi sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

“Pendidikan agama adalah bagian penting dalam sistem pendidikan. Setiap siswa berhak mendapatkan pembelajaran sesuai agamanya,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi kekompakan para guru PAI di Kabupaten OKU. Menurutnya, kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan memperkuat kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kemenag.

“Kami memperlakukan semua guru secara adil, termasuk guru PAI. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mampu berkembang hingga menjadi kepala sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag OKU, Dr. H. Muhammad Ali, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi setelah bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Tradisi ini menjadi wadah untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan. Ini juga bagian dari nilai yang dianjurkan dalam ajaran Islam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, guru agama memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus menjadi perhatian bersama.

“Kita memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga ke depan kualitas guru PAI semakin meningkat,” tutupnya. (jpn)