Kadisdik OKU Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka, Isu Daring Tak Berlaku

OKU, PENDIDIKAN1136 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kadarisman, S.Ag., M.Si., angkat bicara terkait mencuatnya wacana penerapan pembelajaran daring di tengah isu penghematan energi nasional.

Ia memastikan proses belajar mengajar di wilayah OKU tetap berlangsung secara tatap muka (luring) seperti biasa. Kepastian itu sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua murid yang sempat resah dengan kabar peralihan ke sistem daring.

“Kami pastikan untuk OKU tidak ada perubahan. Kegiatan belajar tetap berjalan normal di sekolah dengan sistem tatap muka,” tegas Kadarisman, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, pembelajaran langsung di kelas masih menjadi metode paling efektif, terutama dalam menjaga kualitas pendidikan dan pengawasan terhadap siswa. Ia menilai, kehadiran guru secara langsung sangat penting untuk memastikan proses belajar berjalan optimal.

“Kalau tatap muka, anak-anak lebih terpantau. Interaksi dengan guru juga lebih maksimal dibandingkan jika belajar dari rumah,” ujarnya.

Kadarisman juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan pemerintah pusat yang tidak menerapkan pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi. Ia menilai langkah tersebut tepat demi mencegah terjadinya penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.

“Pendidikan ini menyangkut masa depan generasi. Jadi harus dipastikan berjalan optimal. Kami di daerah tentu mengikuti kebijakan pusat yang mengutamakan pembelajaran luring,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menegaskan bahwa tidak ada rencana pemberlakuan pembelajaran jarak jauh. Proses belajar siswa tetap dilaksanakan secara normal selama lima hari dalam sepekan.

Wacana pembelajaran daring sempat mencuat seiring pembahasan strategi penghematan energi akibat dinamika global. Namun, hasil koordinasi lintas kementerian memutuskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak kebijakan tersebut.

Dengan demikian, sekolah-sekolah di Kabupaten OKU dipastikan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, demi menjaga kualitas pendidikan dan perkembangan akademik siswa tetap optimal.(jpn)