Kemendikdas: Data Dapodik Tak Valid Bisa Hambat Bantuan Sekolah

PENDIDIKAN68 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja — Validitas data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi perhatian serius pemerintah. Kesalahan penginputan data disebut dapat berdampak pada tidak tepatnya penyaluran bantuan pendidikan hingga membuat sekolah gagal memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Untuk memperkuat kualitas data pendidikan, Kemendikdas PAUD dan PNFI bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan advokasi dan pendampingan peningkatan kualitas Dapodik di Hotel Zuri Baturaja, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kemendikdas PAUD dan PNFI, Ciptian, S.Kom. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kualitas data Dapodik menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman satuan pendidikan terhadap proses penginputan data agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Kalau ada data yang tidak sesuai, bisa segera diperbaiki. Harapannya kebijakan dari pusat nantinya benar-benar tepat sasaran,” ujar Ciptian.

Ia menjelaskan, saat ini data Dapodik menjadi acuan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari bantuan revitalisasi sekolah, pembangunan sarana dan prasarana, hingga penyaluran dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Karena itu, ketidaksesuaian data dinilai dapat merugikan sekolah sendiri.

“Contohnya kondisi sarana prasarana sebenarnya kurang baik, tetapi diinput bagus demi kebutuhan akreditasi. Ketika pusat melihat data tersebut, sekolah dianggap tidak membutuhkan bantuan revitalisasi. Akibatnya bantuan tidak turun karena data tidak mencerminkan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Selain sarana prasarana, data jumlah peserta didik juga berpengaruh terhadap besaran dana BOSP yang diterima sekolah.
“Kalau jumlah siswa tidak sesuai, otomatis dana BOSP yang diterima juga tidak akan sesuai,” tambahnya.

Dalam kegiatan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai bagian-bagian data yang perlu dicek ulang sebelum dikirim ke pusat. Pendampingan dilakukan agar operator sekolah dan satuan pendidikan lebih teliti dalam melakukan validasi data.

Ciptian juga menegaskan bahwa operator sekolah memiliki peran penting dalam penginputan data pendidikan. Namun, tanggung jawab akhir tetap berada di tangan kepala sekolah.

“Operator membantu menginput data, tetapi penanggung jawab data tetap kepala sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan pendampingan seperti ini umumnya dilakukan secara berkala, baik per semester maupun per triwulan, tergantung agenda dari dinas pendidikan maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan PNF Kabupaten OKU, Yuliawati, S.E., M.Pd., mengatakan Dapodik memiliki peranan sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah, bantuan pendidikan, hingga pelayanan administrasi sekolah bersumber dari data yang diinput melalui Dapodik.

“Karena itu, data yang akurat, lengkap, dan valid menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Yuliawati berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam pengelolaan Dapodik sehingga kualitas data pendidikan di Kabupaten OKU semakin baik dan terpercaya.

Ia juga menyebut peserta kegiatan merupakan perwakilan terpilih dari setiap kecamatan di Kabupaten OKU. Dari banyaknya satuan pendidikan yang ada, hanya 55 peserta yang diundang mengikuti kegiatan tersebut, sebagian besar berasal dari satuan pendidikan baru yang membutuhkan penguatan pengelolaan data.

“Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat disampaikan kembali kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing,” katanya.

Yuliawati turut menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan tim pendamping yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih baik melalui data pendidikan yang berkualitas, akurat, dan terpercaya,” tutupnya. (jpn)