Krisis Air Sawah di OKU Mulai Teratasi, Bupati Teddy Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo

OKU11 Dilihat

LintasHarian.com, Baturaja – Persoalan air yang selama ini menjadi salah satu kendala petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) perlahan mulai mendapat jalan keluar. Kehadiran jaringan irigasi air tanah di Desa Marga Bakti, Kecamatan Sinar Peninjauan, diharapkan mampu menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama sawah yang masih mengandalkan curah hujan.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah melihat langsung pembangunan fasilitas tersebut. Ia menyebut infrastruktur yang dibangun pemerintah pusat itu menjadi kabar baik bagi petani, khususnya ketika musim kemarau membuat sumber air semakin terbatas.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Tentu ini sangat membantu petani, apalagi di OKU banyak lahan sawah tadah hujan,” kata Teddy saat meninjau lokasi.

Menurut Teddy, Kabupaten OKU masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan ketersediaan air yang memadai agar produktivitas petani tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Dengan adanya jaringan irigasi air tanah, lahan pertanian di sekitar lokasi diharapkan tetap mendapatkan pasokan air ketika hujan mulai jarang turun. Petani juga tidak harus sepenuhnya bergantung pada debit sungai yang dapat mengalami penyusutan saat musim kemarau.

“Kalau hasil meningkat dan panen lebih stabil, tentu akan berdampak langsung terhadap ekonomi keluarga petani. Air dari sumur dalam ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat ketika mengalami kekeringan,” ujarnya.

Teddy mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun tersebut tidak hanya dijaga oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat dan kelompok tani yang nantinya memanfaatkannya.

Ia meminta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ikut menjaga sarana dan prasarana agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Tolong dengan kesadaran tinggi kita jaga bersama. Jangan sampai bangunan yang sudah bagus ini tidak bermanfaat karena rusak atau tidak dirawat,” tegasnya.

Dorong Tambahan Bantuan

Dalam peninjauan itu, Teddy juga mendapat informasi mengenai peluang pembangunan fasilitas serupa di wilayah lainnya. Ia meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti peluang bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Menurutnya, semakin banyak infrastruktur pendukung pertanian yang tersedia, semakin besar pula peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Apa yang disampaikan pihak balai tadi tentu harus disambut baik. Peluang ini harus kita ambil sehingga lebih banyak lagi bantuan yang bisa kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat OKU,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS VIII Sumatera Selatan, Ir Dian Anggraini ST, menjelaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program jaringan irigasi air tanah yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air BBWS VIII Sumatera Selatan.

Secara keseluruhan, terdapat 60 titik pembangunan yang tersebar di tujuh kabupaten di Sumatera Selatan. Khusus di Kabupaten OKU, pembangunan berada di dua titik, yakni Desa Marga Bakti 1 dan Marga Bakti 2.

Sejumlah fasilitas pendukung turut dibangun dalam proyek tersebut. Di antaranya rumah pompa untuk menempatkan mesin utama, jaringan pipa distribusi menuju lahan pertanian, tower untuk membantu menjaga tekanan aliran air, serta panel surya yang didukung aliran listrik PLN.

Kapasitas aliran air dari sistem tersebut mencapai sekitar 2 liter per detik.

Dian mengatakan fasilitas tersebut saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan hingga akhir September. Setelah masa pemeliharaan selesai, aset direncanakan diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten OKU pada Oktober mendatang.

“Rencananya pada bulan Oktober, seluruh aset akan resmi diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten OKU agar bisa langsung beroperasi penuh,” jelasnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD OKU Yoni Risdianto, Asisten III Romson Fitri, Kepala Dinas Kominfo Mirdaili, Kepala Dinas Pertanian Joni Saihu, Kepala Bapelitbangda Yoyin Arifianto, Kepala DLH Brigman, Kepala Dinas PUPR Fajar serta Kepala Dishub dan Kepala Dinas Perikanan. (*)