Panen Raya P7 SMAN 4 OKU Tampilkan Kekayaan Budaya Lokal dan Nusantara

PENDIDIKAN71 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Semangat ratusan siswa SMAN 4 OKU dalam menampilkan budaya nusantara tetap membara meski kegiatan sempat diguyur hujan, Kamis (21/5/2026). Setelah cuaca kembali cerah, para peserta didik kembali memadati lapangan sekolah untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni dan bazar tradisional dalam kegiatan “Panen Raya Kokurikuler P7 Festival Budaya Lokal dan Nusantara”.

Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI tersebut menjadi bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka. Suasana sekolah pun berubah menjadi panggung budaya dengan beragam penampilan tari daerah, kuliner tradisional, hingga dekorasi bernuansa nusantara dan budaya lokal Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Kepala SMAN 4 OKU Hj. Jumiati, S.Pd., M.M., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Mukthamira, S.Pd.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan rasa cinta budaya kepada peserta didik sekaligus membangun karakter melalui pembelajaran berbasis proyek.

“Melalui kegiatan Panen Raya Kokurikuler P7 ini, kami ingin menanamkan kepada peserta didik pentingnya mencintai dan melestarikan budaya bangsa serta budaya daerah. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar menghargai keberagaman, bekerja sama, kreatif, dan percaya diri melalui penampilan seni maupun bazar budaya,” ujar Hj. Jumiati.

Salah satu penampilan siswa kelas X dalam kegiatan panen raya kokurikuler P7 festival budaya lokal dan nusantara. (Foto : Lintasharian.com)

Dalam festival tersebut, siswa kelas X mengusung tema “Kebhinekaan dalam Keberagaman Budaya Nusantara” dengan menampilkan berbagai tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, mereka juga membuka stand bazar yang menjual aneka makanan dan jajanan tradisional nusantara.

Sementara itu, siswa kelas XI mengangkat tema “Melestarikan Budaya Lokal Kabupaten Ogan Komering Ulu” melalui penampilan seni budaya khas daerah serta bazar kuliner tradisional lokal sebagai bentuk pelestarian warisan budaya daerah.

Kemeriahan acara semakin terasa karena seluruh peserta didik dan dewan guru mengenakan pakaian bernuansa tradisional tempo dulu. Para siswa laki-laki tampil dengan baju koko, sarung, dan peci, sedangkan siswa perempuan mengenakan baju kurung lengkap dengan selendang dan kain sarung.

Tidak hanya menampilkan seni tari dan bazar tradisional, kegiatan juga diisi dengan pameran hasil kreativitas peserta didik bertema budaya lokal dan nusantara. Panitia turut memberikan penghargaan untuk kategori penampilan tari terbaik, stand bazar terbaik, kostum terbaik, kekompakan terbaik, serta kreativitas terbaik.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar peserta didik semakin mengenal budaya sendiri dan memiliki rasa bangga terhadap warisan leluhur di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa dapat terus tumbuh dalam diri para peserta didik. (jpn)