SMA Yadika Baturaja Gelar MPLS Ramah Anak, Bekali Murid Baru Karakter dan Literasi Digital

PENDIDIKAN130 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – SMA Yadika Baturaja menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep yang edukatif, ramah anak, dan menyenangkan. Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 106 murid baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah sekaligus dibekali berbagai materi untuk mendukung proses adaptasi mereka memasuki jenjang pendidikan menengah.

Kepala SMA Yadika Baturaja, M. Yessi Natalia, S.Pd., mengatakan MPLS tahun ini mengangkat tema “Berkarakter, Berprestasi, dan Siap Berkarya”. Tema tersebut menjadi landasan sekolah dalam membentuk murid yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

“Melalui MPLS ini kami ingin membantu murid baru mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan baik, menumbuhkan semangat belajar, sekaligus membangun karakter positif agar mereka merasa aman, nyaman, dan siap mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

Pose Bersama King dan Queen SMA Yadika Baturaja.

Selama kegiatan berlangsung, para murid memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan visi dan misi sekolah, tata tertib, budaya sekolah, guru dan tenaga kependidikan, kurikulum, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, sekolah juga memberikan pembekalan mengenai pendidikan karakter, pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, literasi digital, wawasan kebangsaan, serta pembiasaan hidup bersih, sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.

Menurut Yessi, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan prinsip ramah anak. Seluruh aktivitas berada di bawah pengawasan guru dan panitia sekolah sehingga tidak ada praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, ataupun tindakan yang dapat merendahkan martabat murid.

“Kami memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan nyaman. Selain itu, murid juga diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan,” katanya.

Pemberian materi.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah inovasi pada pelaksanaan MPLS tahun ini. Selain penyampaian materi, sekolah menghadirkan permainan edukatif, diskusi kelompok, sesi motivasi, serta penguatan literasi digital agar kegiatan lebih interaktif dan mampu membangun rasa percaya diri murid sejak awal.

“Pendekatan ini membuat murid lebih aktif, lebih mudah berinteraksi dengan teman maupun guru, sehingga proses adaptasi berlangsung lebih cepat dan menyenangkan,” tambahnya.

Melalui MPLS, sekolah juga berupaya menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, saling menghormati, kepedulian, gotong royong, serta rasa percaya diri sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan.

Di akhir kegiatan, Yessi berpesan kepada seluruh murid baru agar memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Jangan ragu untuk bertanya, aktif mengikuti setiap kegiatan, hormati guru dan teman, serta jagalah nama baik sekolah. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan membangun karakter yang baik,” pesannya.

Ia berharap, setelah seluruh rangkaian MPLS selesai, para murid mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta menjalin hubungan yang positif dengan guru maupun teman.

“Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tutupnya. (jpn)