SMKN 3 OKU Dorong Literasi, Karya Siswa dan Guru Dibukukan

PENDIDIKAN21 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Perpustakaan SMKN 3 OKU tak hanya menjadi pusat literasi bagi para pelajar, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya-karya tulis siswa yang berhasil diterbitkan menjadi buku. Melalui program literasi yang terus dikembangkan, sekolah ini mendorong peserta didik untuk tidak sekadar gemar membaca, melainkan juga berani menjadi penulis.

Komitmen tersebut terlihat dari sejumlah karya siswa yang kini telah menghiasi rak perpustakaan sekolah. Berbagai buku hasil kreativitas pelajar menjadi bukti bahwa budaya literasi di lingkungan SMKN 3 OKU terus tumbuh dan berkembang.

Kepala SMKN 3 OKU, Berkat Hanafi, melalui Kepala Perpustakaan SMKN 3 OKU, Warni Ritawati, S.Pd., mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan penuh kepada siswa yang memiliki minat di bidang kepenulisan. Dukungan tersebut diberikan mulai dari pendampingan, pembinaan hingga proses penerbitan karya.

“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dinikmati banyak orang. Karena itu sekolah memberikan ruang dan fasilitas agar karya mereka bisa diterbitkan,” ujar Warni.

Hasilnya, pada tahun 2025 siswa SMKN 3 OKU berhasil menerbitkan sebuah buku antologi puisi yang berisi kumpulan karya para pelajar. Buku tersebut kini menjadi salah satu koleksi literasi di perpustakaan sekolah dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penulis muda.

Selain antologi puisi, kreativitas siswa juga melahirkan karya novel yang berhasil diterbitkan. Bahkan penulis novel tersebut merupakan alumni SMKN 3 OKU yang hingga kini tetap produktif berkarya di dunia literasi.

“Novel itu merupakan karya siswa SMKN 3 OKU. Sekarang yang bersangkutan sudah lulus dan telah menerbitkan enam novel lainnya,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2026, program literasi kembali berlanjut melalui penerbitan buku kumpulan cerpen. Kegiatan ini melibatkan sekitar 75 siswa dan lima guru dari berbagai tingkat serta jurusan. Menariknya, para guru tidak hanya bertindak sebagai pendamping, tetapi juga turut menulis dan menyumbangkan karya dalam buku yang akan diterbitkan.

Kolaborasi antara guru dan siswa tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus menjadi wadah bagi seluruh warga sekolah untuk menyalurkan ide, pengalaman, dan kreativitas melalui tulisan.

Menurut Warni, keberhasilan siswa menerbitkan buku membuktikan bahwa potensi literasi generasi muda masih sangat besar apabila mendapat pendampingan yang tepat serta fasilitas yang memadai.

Ia berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan menulis dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Semoga ke depan semakin banyak siswa yang berani menulis dan berkarya. Dengan begitu budaya literasi di sekolah akan terus hidup dan berkembang,” katanya.

Melalui program tersebut, SMKN 3 OKU tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di bidang kejuruan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang kreatif, produktif, dan mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis yang bernilai. (jpn)