Stop Bullying Sejak Dini, SDN 11 OKU Gandeng Satbinmas Polres OKU Edukasi Siswa dan Wali Murid

PENDIDIKAN65 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Upaya menanamkan karakter sekaligus menekan praktik perundungan terus digencarkan di lingkungan sekolah dasar. SDN 11 OKU yang merupakan sekolah Adiwiyata berkolaborasi dengan Polres OKU melalui Satbinmas menggelar sosialisasi “Stop Bullying” yang melibatkan guru dan wali murid, Kamis (30/4).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menghadirkan KBO Binmas Polres OKU, IPDA Deni Arsan, S.E., M.Si., sebagai narasumber utama. Suasana berlangsung hangat dan interaktif, tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dialog antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian.

Dalam paparannya, Satbinmas menekankan pentingnya mengenali, mencegah, serta menindaklanjuti perilaku bullying sejak dini. Menurutnya, perundungan tidak hanya sebatas tindakan fisik, tetapi juga mencakup verbal hingga media sosial yang kini semakin marak terjadi, bahkan di tingkat sekolah dasar.

“Bullying ini bisa menjadi pintu masuk ke perilaku yang lebih serius jika tidak dicegah sejak awal. Karena itu, penting bagi kita semua—guru, orang tua, dan siswa—untuk memahami dan mencari solusi bersama,” ujar IPDA Deni Arsan.

Ia menjelaskan, kehadiran pihak kepolisian merupakan bagian dari fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) yang mengedepankan langkah preventif melalui edukasi. Selain itu, orang tua juga diingatkan agar berperan aktif dalam membentuk karakter anak di rumah.

“Pendidikan tidak hanya di sekolah. Justru lingkungan keluarga menjadi faktor utama. Mulailah dari rumah, dengan menanamkan nilai agama dan karakter yang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya pemahaman terhadap batasan dalam mendidik anak, termasuk terkait Undang-Undang Perlindungan Anak. Menurutnya, aturan tersebut bukan untuk ditakuti, melainkan menjadi pedoman agar proses pendidikan tetap berjalan dengan tepat.

“Jangan sampai karena takut, kita justru membiarkan. Anak harus tetap dididik dengan benar agar tidak merasa tindakan yang salah itu menjadi benar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 11 OKU, Hj. Maryani, S.Pd.SD., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penyuluhan bullying sangat penting diberikan sejak usia dini.

“Penyuluhan bullying sangat penting sejak usia dini, karena di jenjang SD anak-anak sedang dalam tahap pembentukan karakter. Dengan adanya penyuluhan, siswa bisa memahami mana perilaku yang baik dan yang tidak, serta belajar menghargai teman,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak saat ini memang aktif dan penuh rasa ingin tahu, sehingga perlu arahan yang tepat dari semua pihak.

“Di sinilah peran kita bersama untuk mengarahkan mereka agar tumbuh dengan karakter yang baik serta saling menghargai,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para wali murid yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam mencegah bullying.

Dalam kesehariannya, SDN 11 OKU telah menjalankan berbagai program pembentukan karakter, mulai dari kegiatan membaca ayat suci Al-Qur’an setiap pagi, gotong royong, hingga penanaman nilai nasionalisme melalui kebiasaan menyanyikan lagu kebangsaan.

Terkait penanganan kasus, pihak sekolah mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan dengan melibatkan guru agama serta tenaga pendidik senior sebagai pendamping.

“Kalau ada masalah, kita panggil dan bina bersama, termasuk melibatkan orang tua. Prinsipnya bukan menghukum, tapi mendidik,” jelas Maryani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara siswa, guru, dan orang tua sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bersama.

Ke depan, program serupa direncanakan akan terus berlanjut dan dibahas bersama komite sekolah sebagai komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying, sekaligus melahirkan generasi berkarakter dan berprestasi. (jpn)