Tarawih Bareng Petugas Kebersihan dan Guru SR, Bupati OKU Gaungkan Target Adipura

OKU73 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai penutupan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah memilih cara berbeda dengan mengajak para petugas kebersihan dan guru Sekolah Rakyat mengikuti salat tarawih bersama di Pendopo rumah dinas, Rabu (18/3/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi momen spesial bagi “pasukan kuning” dan tenaga pendidik yang selama ini berkontribusi besar, namun jarang mendapat sorotan. Tarawih berjamaah dipimpin Ustadz Muhammad Teguh, dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana sederhana namun penuh keakraban.

Turut hadir dalam kesempatan itu sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab OKU, di antaranya Asisten III Setda OKU Romson Fitri, Kadisdik Kadarisman, Kadinsos Iwarman, serta Kepala DLH Brigman.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy menyampaikan penghargaan tulus kepada para petugas kebersihan yang dinilainya sebagai ujung tombak menjaga wajah kota tetap bersih dan nyaman.

“Peran bapak dan ibu sangat besar. Tanpa pasukan kuning, sulit membayangkan kondisi lingkungan kita. Ini bukan pekerjaan biasa, ini pengabdian,” ujarnya.

Tak hanya sekadar silaturahmi, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali semangat meraih penghargaan Adipura. Bupati menegaskan, target tersebut hanya bisa dicapai jika semua pihak bergerak bersama.

“Kita ingin Adipura kembali ke OKU. Ini butuh kerja sama, tidak bisa hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan terutama pasukan kebersihan,” tegasnya.

Ia juga memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan petugas kebersihan dengan meminta Dinas Lingkungan Hidup agar lebih serius memperhatikannya.

Apresiasi serupa turut disampaikan kepada para guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang dinilai telah berperan penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

“Dedikasi bapak ibu guru luar biasa. Mereka hadir untuk memastikan anak-anak kita tetap punya masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petugas kebersihan, Rini, mengaku terharu bisa hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Baginya, undangan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Kami sangat senang dan bangga. Jarang sekali bisa seperti ini, tarawih dan makan bersama bapak bupati. Ini jadi penyemangat bagi kami,” ucapnya.

Penutupan Safari Ramadan ini tak hanya menjadi akhir rangkaian kegiatan, tetapi juga meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.(*)