Lintasharian.com, Baturaja – Sebanyak 5.384 siswa tingkat SMP di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana yang digelar serentak, Senin (6/4/2026). Ribuan peserta tersebut berasal dari sekitar 70 SMP, baik negeri maupun swasta yang tersebar di wilayah OKU.
Pelaksanaan hari pertama ini dipastikan berjalan lancar sebagai langkah awal pemetaan kemampuan akademik siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si., mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan langsung untuk memastikan TKA berlangsung sesuai prosedur.
“Hari ini kita pastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Ini merupakan hari pertama Gelombang I,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan di SMP Negeri 1 OKU.
Ia menjelaskan, TKA digelar secara bertahap dalam beberapa gelombang guna menyesuaikan kesiapan sarana dan jumlah peserta. Gelombang I berlangsung pada 6–7 April 2026, disusul Gelombang II pada 8–9 April, Gelombang III pada 13–14 April, dan Gelombang IV pada 15–16 April 2026.
Menurut Kadarisman, TKA bertujuan untuk mengukur sekaligus memetakan kemampuan siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
“Materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia untuk literasi dan Matematika untuk numerasi. Dari hasil ini, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan siswa,” jelasnya.
Hasil TKA nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, termasuk dalam seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi.
Meski demikian, Kadarisman menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, seluruh siswa tetap diimbau untuk mengikuti tes ini dengan maksimal.
“Ini memang tidak wajib, tapi penting sebagai tolok ukur kemampuan. Kalau ada hasil yang masih kurang, sekolah bisa melakukan pembinaan lanjutan,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA sendiri dilakukan secara daring (online) dengan sistem sesi bergelombang di masing-masing sekolah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 OKU, Nyiayu Nova Mulia, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Herma Yulia, S.Pd., mengungkapkan bahwa seluruh siswa kelas IX di sekolah tersebut mengikuti TKA.
“Jumlah siswa kelas IX kita ada 329 orang dan semuanya ikut. Karena keterbatasan fasilitas, pelaksanaan dibagi menjadi tiga gelombang dengan empat sesi per hari,” terangnya.
Ia menyebutkan, sekolah hanya memiliki sekitar 35 unit laptop dan Chromebook, sehingga pembagian sesi menjadi solusi agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti tes.
Pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa serta uji coba sebelum pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan tanpa kendala berarti.
“Hasil TKA ini juga menjadi salah satu syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur prestasi,” pungkasnya.(jpn)
