Lintasharian.com, Baturaja – Sesuai dengan komitmen Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah untuk memajukan pendidikan, kali ini giliran pendidikan nonformal di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat kabar menggembirakan. Sebanyak sembilan tutor dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) resmi menempuh Program Magister (S2) melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman SAg MSi, mengatakan capaian ini merupakan hasil nyata dari kerja sama antara Pemkab OKU dan UNY dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik Pendidikan Nonformal (PNF).
“Kita sudah menjalin MoU dengan UNY untuk program S2 khusus Pendidikan Nonformal. Alhamdulillah tahun ini ada sembilan tutor dan pengelola PKBM yang lolos dan sedang menjalani perkuliahan,” ujarnya.
Menurut Kadarisman, peningkatan kualifikasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan PKBM di OKU. Terlebih, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di OKU masih berada dikisaran 5.000-an anak.
“Kami berharap setelah mereka menyandang gelar magister PNF, kualitas pengelolaan PKBM semakin maksimal. Daya serap terhadap anak-anak tidak sekolah akan lebih besar, sehingga angka ATS bisa ditekan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas lembaga sangat ditentukan oleh kualitas pengelolanya. “Kalau gurunya punya kompetensi yang baik, tentu kualitas peserta didiknya juga ikut meningkat,” katanya.
Tak hanya memberi dukungan moral, atas persetujuan Bupati, Disdik OKU juga berencana mengusulkan bantuan beasiswa.
“Kalaupun bantuan beasiswanya belum bisa penuh, minimal 50 persen kita usulkan ke Bupati untuk dibantu. Kita juga berharap dukungan DPRD agar rencana beasiswa ini bisa direalisasikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid PTK Disdik OKU Tammeiri SH MM didampingi Kasi PTK SMP Dr. Suci Cahyati S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa program ini berawal dari kegiatan studi laboratorium ke UNY pada akhir Desember 2025.
“Program ini berawal dari studi laboratorium kita ke Universitas Negeri Yogyakarta pada akhir Desember 2025. Dari sana muncul motivasi kuat para pengelola dan tutor PKBM untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui jalur RPL. Kita di Dinas Pendidikan tentu sangat mendukung, karena ini langkah konkret meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pendidikan Nonformal di OKU,” ujar Tammeiri.
Ia menambahkan, jalur RPL memberi ruang bagi praktisi pendidikan nonformal untuk naik jenjang tanpa meninggalkan pengabdian mereka di tengah masyarakat.
“Ini langkah strategis. Harapannya, setelah lulus S2, mereka mampu membawa perubahan nyata bagi mutu PKBM di OKU,” tegasnya.
Adapun sembilan tutor dan pengelola PKBM yang menempuh S2 RPL UNY tersebut yakni:
1. Supratman, S.Pd.I (PKBM Annur Arba)
2. Apriana Ningsih, S.Pd (PKBM Fivty Group)
3. Masna Aini, S.Pd (PKBM Asoka)
4. Siti Afiyah, S.Pd.I (PKBM Al Ghozali)
5. Puspa Dewi, S.Si (PKBM Fivty Group)
6. Yuni Lestari, S.Pd (PKBM Manarul Hidayah)
7. Juwita Fisnati, S.Pd.I (PKBM Asoka)
8. Yusni Agustini, S.Pd.I (PKBM Asoka)
9. Zelpi Sapriana, S.Pd (PKBM Asoka)
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi tutor PKBM lainnya di OKU untuk terus meningkatkan kompetensi. Dengan sumber daya manusia yang semakin kuat, pendidikan nonformal di OKU diyakini akan semakin berkualitas dan mampu menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang putus sekolah.(*)
