Lintasharian.com, Baturaja – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan para Duta SMAN 4 OKU. Tak sekadar menjalankan program kerja, mereka turun langsung ke panti asuhan hingga ke sudut-sudut jalan di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) untuk membagikan sembako dan takjil kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini menjadi program perdana Duta SMAN 4 OKU setelah resmi dilantik. Mereka menyasar beberapa titik, mulai dari panti asuhan, lingkungan sekitar sekolah, hingga kawasan yang kerap menjadi tempat mangkal ojek dan pemulung, seperti di wilayah Bakung.
“Kami ingin benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jadi bukan hanya di satu lokasi, tapi di beberapa titik yang memang membutuhkan,” ujar Athaya Jasmine Duta SMAN 4 OKU.
Bentuk bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, seperti beras, gandum, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, para duta juga membagikan makanan untuk berbuka puasa atau takjil kepada warga yang ditemui di jalan menjelang waktu magrib.
Bagi mereka, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda organisasi. Aksi sosial tersebut disebut sebagai wujud simpati sekaligus tanggung jawab moral dan sosial sekolah yang kali ini direpresentasikan oleh para Duta SMAN 4 OKU.
“Ini bukan hanya soal menjalankan program kerja, tapi bagaimana kami bisa membawa nama sekolah untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Ramadan dipilih sebagai momentum karena dianggap sebagai bulan penuh berkah dan waktu terbaik untuk berbagi. Di tengah suasana suka cita menyambut hari kemenangan, mereka menyadari masih ada masyarakat yang diliputi kesulitan ekonomi.
“Ramadan seharusnya menjadi bulan kebahagiaan. Kami ingin sedikit berbagi agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.
Seluruh Duta SMAN 4 OKU terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari penggalangan bantuan hingga proses distribusi di lapangan.
Ke depan, mereka berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Duta SMAN 4 OKU menargetkan kegiatan berbagi ini bisa menjadi agenda rutin tahunan, bahkan berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pihak.
“Semoga ke depan semakin banyak yang terlibat dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tandasnya.(jpn)
